Dear all,
Dikarenakan jadwal sidang sudah semakin mendekat (tanggal 18 bulan ini)
... dan deadline for submit dissertation report before the date as above alias tinggal lebih kurang 10 hari lagi, maka dengan berat hati saya menyatakan undur diri sementara dari dunia blogging sampai batas waktu yang belum ditentukan? *halah*
[sok seleb dot com]...
Jadi, mohon maaf kepada rekans semua yang berkunjung ke blog ini yang belom sempat dikunjungi balik dan juga mohon maaf kalo ada sapaan-sapaan yang tak terbalas... 
Insya'allah akan diusahakan untuk nyempetin membalas dan ngecek shoutbox... kalo ada yang tersesat tanpa sengaja berkunjung ke blog ini...
Dan... mohon doa dari rekans semua, agar kami semua disini yang akan menghadapi ujian akhir diberikan kemudahan, ketenangan dan kelancaran... sehingga kami semua dapat menyelesaikan study di India ini dengan berhasil dan sukses, Amin. 
Wassalam.
Saturday, June 09, 2007
Cuti ngeblog
Saturday, June 02, 2007
Awakening the wisdom and power within you
Here, i put a spiritual article: 10 Tips For Spiritual Growth, by Remez Sasson, it is important for us to awakening the wisdom and power within. Please read by carefully. :)
Besides that, he also provide Free eBooks about success, the power of thoughts, mind power, creative visualization, positive thinking and self improvement.
You can download here for free eBooks as described above.
10 Tips For Spiritual Growth
Spiritual growth is the process of inner awakening, and becoming conscious our inner being. It means the rising of the consciousness beyond the ordinary existence, and awakening to some Universal truths. It means going beyond the mind and the ego and realizing who you really are.
Spiritual growth is a process of shedding our wrong and unreal conceptions, thoughts, beliefs and ideas, and becoming more and more conscious and aware of our inner being. This process uncovers the inner spirit that is always present, but hidden beyond the ego-personality.
Spiritual growth is of great importance for everyone, not only for people who seek spiritual enlightenment and choose to live in far away or secluded places. Spiritual growth is the basis for a better and more harmonious life for everyone, a life free of tension, fear and anxiety.
By discovering who we really are we take a different approach to life. We learn not to let outer circumstances influence our inner being and state of mind. We manifest composure and detachment, and we develop inner power and strength, all of which are very useful and important tools.
Spiritual growth is not a means for escaping from responsibilities, behaving strangely and becoming an impractical person. It is a method of growing and becoming a stronger, happier and more responsible person.
You can walk on the path of spiritual growth, and at the same time live the same kind of life as everyone else. You do not have to live a secluded life in some far away place. You can raise a family, work or run a business, and yet at the same time engage in practices that lead to inner growth.
A balanced life requires that we take care not only of the necessities of the body, feelings and mind, but also of the spirit, and this is the role of spiritual growth.
10 tips for spiritual growth:
1. Read spiritual and uplifting books. Think about what you read, and find out how you can use the information in your life.
2. Meditate for at least 15 minutes every day. If you do not know how to meditate, it is easy to find books, websites or teachers who can teach you meditation.
3. Learn to make your mind quiet through concentration exercises and meditation.
4. Acknowledge the fact that you are a spirit with a physical body, not a physical body with a spirit. If you can really accept this idea, it will change your attitude towards many things in your life.
5. Look often into yourself and into your mind, and try to find out what is it that makes you feel conscious and alive.
6. Think positive. If you find yourself thinking negatively, immediately switch to thinking positively. Be in control of what enters your mind. Open the door for the positive and close it for the negative.
7. Develop the happiness habit, by always looking at the bright side of life and endeavoring to be happy. Happiness comes from within. Do not let your outer circumstances decide your happiness for you.
8. Exercise often your will power and decision making ability. This strengthens you and gives you control over your mind.
9. Thank the Universe for everything that you get.
10. Develop tolerance, patience, tact and consideration for others.
Spiritual growth is the birthright of everyone. It is the key to a life of happiness and peace of mind, and the manifesting the enormous power of the inner spirit. This spirit is equally present within the most material person, and within the most spiritual person. The level of the manifestation of spirituality is dependent on how much the inner spirit is close to the surface, and on how much it is covered and hidden, by thoughts, beliefs and negative habits.
PS: Remez Sasson teaches and writes on positive thinking, creative visualization, motivation, self-improvement, peace of mind, spiritual growth and meditation. He is the author of several books, among which are "Peace of mind in Daily Life", "Will Power and Self Discipline", "Visualize and Achieve" and "Affirmations - Words of Power".
He can be reached at:
Website: http://www.SuccessConsciousness.com
Books: http://www.successconsciousness.com/ebooks_and_books.htm
to find more articles and books filled with inspiration, motivation and practical advice and guidance.
One of his famous book: "Peace of mind in Daily Life", can be found here, for summary.
Thursday, May 24, 2007
Wahai Blogger, Tunjukkanlah Wajahmu!
Tadi baca-baca di detikInet, ada berita: 'Wahai Blogger, Tunjukkanlah Wajahmu', jadi tergelitik dan inget dengan para blogger yang sampe detik ini aku gak tahu wajahnya. :-?
Mereka ini dapat digolongkan ke dalam blogger yang misterius, selain tidak menampilkan wajah (foto diri), juga terkadang identitas lain seperti usia yang disembunyikan. B-)
Jadi seperti kata nieke yang pernah bilang apakah bung mashuri yang dokter ini seorang kakak2, om2, bapak2 atau malah kakek2? =)) dan juga mbak satu ini walau usianya di profile disebutkan tapi foto dirinya gak ada? Jadi penasaran neh?... :-W
Juga dengan bung Maiden, bung Dirac, jeng Meutia Faradilla, bung Mufti, bung Passya, bung/jeng MpokB, dan masih banyak blogger lainnya yang mungkin merasa aman berkreasi tanpa harus menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya. :-"
Sebelumnya seperti mas kw dan simbok venus, dulunya juga misterius, sampe pada postingan kopdar, yang diposting sama simbok dengan menampilkan foto2 waktu kopdar, akhirnya sekarang jadi tahu sama mas kw dan simbok si seleb blog itu. Thanks mbok atas diposting foto2nya waktu kopdaran. ;)
Sebenarnya masalah wajah dan usia bagi beberapa orang adalah privacy mereka, jadi mereka merasa gak perlu untuk diobral ke public. *hahaha, bahasanya jadi bahasa seleb* ;))
Dan yang namanya obral, katanya, terkesan murahan? :-?
tapi, yang seperti nieke bilang, kita-kita akan terasa misterius dengan anda-anda sekalian? >-)
Jadi, Wahai Blogger, Tunjukkanlah Wajahmu!. :D
PS: ini hanya bersifat himbauan belaka, mungkin anda2 sekalian punya alasan yang sangat kuat untuk tidak harus men-share data diri asli, termasuk wajah dan usia seperti yang dimaksud diatas.
Peace for all. :X
Foto diambil dari sini.
Wednesday, May 09, 2007
Add a Google Co-op Search Engine to your Blog
Sekarang anda dapat menambahkan mesin pencari Google Co-op - Custom Search Engine, seperti pada mesin pencari di side bar blog ini sebelah kanan atas.
Untuk mengetes silahkan masukan kata kunci India - Roorkee - Taj Mahal - IIT in India - Study in India - Artis Bollywood India - Widget - Random Rotating Banner - Gadget - Download Blogger Template atau kata kunci yang lainnya pada search engine tersebut.
Kelebihannya adalah sangat customize, anda bisa mengatur sendiri setting untuk nama search engine anda, deskripsi dari search engine, keywords atau kata kunci yang akan digunakan, bahasa yang akan digunakan (tapi sayang belum mendukung untuk bahasa Indonesia), bisa invite community untuk bergabung dan bisa diarahkan ke website/weblog mana yang ingin dituju.
Contoh: seperti pada blog dokter search engine yang dihimpun sama Maiden dari blog's para dokter, untuk mencari artikel-artikel kesehatan, silahkan cek di sini atau pada mesin pencari di bawah ini.
Dan masih banyak lagi kelebihan2 lainnya khususnya bagi yang memasang adsense, karena bisa connecting dengan google adsense account yang kita punya.
PS: so, please check it out! :)
Source: http://www.google.com/coop/cse/overview
Harness the power of Google search
Create a highly specialized Custom Search Engine that reflects your knowledge and interests. Place it on your website and, using our AdSense for Search program, make money from the resulting traffic.
See examples of how a Custom Search Engine works.
What you can do with a Custom Search Engine
* Place a search box and search results on your website.
* Specify or prioritize the sites you want to include in searches.
* Customize the look and feel to match your website.
* Invite your community to contribute to the search engine.
Sunday, May 06, 2007
Convert youtube videos to .AVI, .MOV, .MP4, 3GP or MP3
Online FLV Converter: Download online videos direct to PC / iPod / PSP. It's free!
This is a small info about how to convert a Flash Video/ FLV file (YouTube's videos, etc) to any options, i.e:
1. AVI for Windows (DivX + MP3)
2. MOV for MAC (MPEG4 + MP3)
3. MP4 for iPod/PSP (MPEG4 + AAC)
4. 3GP for Mobile (MPEG4 + AAC)
5. MP3 (Audio only)
so, for u just klik this --> http://vixy.net for Grab youtube videos file to your hard disk. :)Info: bagi rekans yang pingin nge-download video yang di upload di Youtube tinggal klik http://vixy.net ini.
dengan mengunakan web tersebut, rekans bisa dengan mudah men-donlot video streaming dari youtube dan menyimpannya ke Hard Disk (HD), hanya dengan copy/paste link video (url) dari youtube ke dalam kotak kecil yang disediakan di website tersebut.
Kemudian convert FLV (Flash Video Streaming Mode) ke dalam format yang disukai. Ada 5 format yang disediakan untuk di convert, seperti yang sudah dijelaskan diatas:
1. AVI (Untuk Operating System Windows)
2. MOV (Untuk Operating System MAC)
3. MP4 (Untuk Pengguna iPOd/PSP)
4. 3GP (Untuk Pengguna HP Symbian)
5. MP3 (Untuk Audio Player)
Setelah selesai meng-convert langsung aja di save ke PC kalian.
Selesai.
PS: Kemarin pada saat Foreign Student Day, kami membutuhkan file video poco-poco dan kami cari di youtube ada, akhirnya video poco-poco manado by yopie latul tsb bisa kita ambil dan simpan di CD untuk digunakan pada acara Foreign Student Day tersebut.
Thanks ir_ones atas infonya. :)
Wednesday, May 02, 2007
Tanya jawab tentang Study di IIT Roorkee
Ini, ada beberapa kiriman e-mail dari rekan-rekan di Indonesia yang berminat untuk melanjutkan study di IIT Roorkee, mudah-mudahan bermanfaat bagi temen-temen yang lain. :)
E-mail 1:
----- Original Message ----
From: budi_arliusputra Putra
To: joni_poetra@yahoo.com
Sent: Thursday, October 12, 2006 9:16:35 PM
Subject: Tolong infonya Bung..
HI bung perkenalkan Saya Budi alumni S2 Undip Semarang sekarang ada di Semarang, Begini bung saya ingin melanjutkan S3 saya di Roorkee, ada gak ya bidang studi Arsitektur dan Planning di sana?truss biayanya berapa persemesternya? prosedurenya bagaimana bung? dan bagaimana caranya saya agar bisa join ke sana? karena saya rencananya dengan biaya sendiri, tolong ya bung saya ingin masuk pada perkuliahan tahun academik 2007 ini kapan pendaftarannya dimulai dan dokumen apa2 saja yang mesti saya persiapkan,terima kasih atas info dan bantuannya maklum saya belum pernah keindia.
terima kasih banyak.
Budi Arlius Putra, MT
Jawaban dari saya:
Sorry, br dibales skrg...krn gk terbaca nyelip diantara bebrapa email (krn 3 hari gk ngecek email)... :)
Salam kenal,
1. Tanya: ada gak ya bidang studi Arsitektur dan Planning di sana?
Jawab: Ada, untuk Ph.D Arsitektur dan Planning di IIT Roorkee.
2. Tanya: truss biayanya berapa persemesternya?
Jawab: masalah biayanya untuk detail bisa ditanyakan langsung by e-mail alamatnya: adap@iitr.ernet.in krn kami disini masuk melalui ICCR untuk perkiraan semalem saya hitung dari brochure yg kami terima(untuk program S2-selama 2 tahun kalo dirupiahin sekitar Rp. 64-65 juta selama 2 tahun), brosure untuk tahun ajaran 2005-2007, include biaya hostel,buku,medical pokoknya masuk semua kecuali tiket pesawat,paspor,visa dll.(nanti saya kirim attachmentnya krn blm smpt men-scan nya.)-ini hanya untuk perbandingan saja.
3. Tanya: prosedurenya bagaimana bung dan bagaimana caranya saya agar bisa join ke sana?
Jawab: anda bisa baca di website : www.iitr.ernet.in (klik Ph.D Admission) disana informasinya lengkap (detail advertisement,poster,information brochure & formulir pendaftarannya) sampe contact personnya ada di sana. untuk Ph.D program Architecture & Planning : R. Shankar Telp. +91-1332-285214,273169.
Anda bisa langsung mendaftar online dengan mengisi formulir pendaftaran yg tersedia di website.
Thanks.
E-mail 2:
budi_arliusputra Putra
Bung joni,terus terang saya masih super bingung nih,dan kayaknya dengan anda saya bisa mengadu hehehe :) maklum orang kampung. Bung saya sekarang sedang prepare english di jakarta, mengenai ICCR saya juga bingung dimana saya mesti dapat infonya dan apa itu ICCR?, klo menurut pemikiran saya bisa gak saya langsung ke india dan mendaftar di kampus tujuan seperti dindonesia.saya sudah buka web roorkee dan web IIT Kharagfur, sama2 sip la dan saya minat join,klo kita di indo kan ada kalender atau musim pendaftaran S3, nah klo di roorkee itu bulan2 apa saja bisa kita join, paspor
saya sudah punya dan visa kayaknya saya akan buat dalam waktu dekat ini di kedubes india dirasuna said jkt?rata2 klo saya baca kita hrs punya rekening di india berarti kan kita membayar pendaftaran diindia ya bung ato gimana bung dan kira2 bisa nggak ya anda saya minta tolong seandainya saya jadi berangkat keindia untuk menemani saya mendaftar S3 tersebut,klo memang anda bisa tolong beri saya no telp yang bisa saya hubungi anda dari indonesia,jujur saja bung saya blank banget mengenai studi ini,dan kira2 saya perlu nggak membawa rekomendasi professor dari kampus saya di undip, dengar2 kita juga harus punya konek professor dikampus tujuan gimana tuh bung joni? Saya interest join di Arsitektur and Planning, jika di IIT Kharagpur saya interest join di Arsitektur and regional planning, dan saya liat kayaknya di IIT-KGP biayanya sekitar Rp. 2.000.000-an persemesternya untuk P.hD apa benar bung? bagaimana dengan di IIT roorkee tempat bung studi sekarang? ijasah asli perlu dibawa gak ya ato Copian yang dilegalisir aja,aduh kayaknya bingung sekali yah,maklum bung saya blom nih ke india,tolong saya ya bung, bagaimana dengan suasana kuliah dikampus india maklum bahasa inggris saya masih perlu disempurnakan.
Demikian bung Joni besar harapan saya kepada anda dan terima kasih sudah mau berbagi info dengan teman anda yang masih blank ini.
Salam
Your friends
Budi Arlius Putra,ST,MT
Jawaban dari saya:
Ini saya kirim attachment expenses...
ini cuma perbandingan aja (ini expenses untuk tingkat Master yang dibiayai sama ICCR).
Di dalam attachment tsb biaya untuk Tahun I (foreign student) = Rs. 103,270 dan Tahun ke II (foreign student) = Rs. 199,950 jadi total = Rs. 303,220 atau sama dengan lebih kurang Rp. 60.644.000,- (dengan kurs Rs. 1 = Rp. 200)
ICCR itu Indian Council for Cultural Relations sebagai sponsor (pemberi dana), anda bisa buka juga website ICCR : www.iccrindia.org/scholarships.htm disana ada berbagai macam jenis beasiswa (scheme of scholarships), kebetulan kami semua disini melalui TCS Colombo Plan yang dimana setiap tahun memberikan jatah untuk mahasiswa Indonesia sebanyak 30 kursi (30 quota). Kami semua disini yang ambil Master di Roorkee dibidang Sumber Daya Air masuk melalui TCS Colombo Plan yang bekerja sama dengan Dep. PU Indonesia.
Jadi kami semua masuk disini melalui kerjasama antara PUSBIKTEK DEP. PU dan Pemerintah India. Syarat2 yg dibutuhkan:
1. Mengisi formulir/blanko yang tersedia di TCS Colombo Plan.(ada di website)
2. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai pendidikan terakhir sebanyak 4 rangkap sudah dilegalisir dan dalam bahasa inggris.
3. Rekomendasi dari Prof. atau Rektor tempat kita kuliah (pendidikan terakhir) dalam bahasa Inggris.
4. Nilai TOEFL (kalau kami dulu Min. 500) asli.
5. Mengisi formulir/blangko medical (riwayat kesehatan) tersedia di TCS Colombo Plan, dengan ditandatangani oleh Dokter yang memeriksa kita pada waktu medical Check up. (ada di web site)
Kemudian persyaratan itu kami serahkan ke PUSBIKTEK dan PUSBIKTEK yang memproses, jadi kami tinggal terima pengumuman diterima or tidak diterima. (Semuanya yang mengurus PUSBIKTEK Dep. PU).
Jadi, kalo bung Budi mau masuk berdasarkan biaya sendiri saya kurang jelas juga prosedurnya. Menurut saya bung Budi lebih baik main/ mampir dulu ke Kedutaan India di Jakarta untuk menanyakan prosedur dan apa syarat2 yg dibutuhkan, jadi jangan main tembak langsung ke India..., dan kalo bisa cari aja sponsor or pemberi beasiswa dari pemerintah India (tanya di Kedutaan India di Jakarta)... (karena rata2 mahasiswa lokal (mahasiswa india) disini juga kuliahnya karena beasiswa) semua mahasiswa disini di asrama-kan jadi hampir tidak ada yang tinggal di luar kampus krn saya lihat biaya yang mahal itu biaya Pemondokan/Asrama (Boarding Charges dan Lodging & Electricity Charges), sedangkan biaya kuliah or Institute Fee cuma sebesar Rs. 28,270, atau +- Rp. 5.654.000,- pada Tahun I, jadi kalo 1 semester ya dibagi 2 aja kurang dari 3 juta-lah. (Bung Budi bisa baca di attachment rincian biaya).
Itu aja dulu info dari saya.
Wass.
E-mail 3:
Rahmanda Noor
Dear joni,
Gua dapet email joni dari faiz, katanya bisa minta bantuan joni. Mau tanya biaya kuliah S2 di IIT Roorkee untuk jurusan software engineering berapa yah ?? Gua rencananya mau ambil S2 tahun 2008, jadi masih nabung :). Trus ada test masuk ga jon? Apa aja yah materi testnya ?. Sebelumnya banyak2 terima kasih :).
Regards
Nanda
Jawaban dari saya:
Salam kenal nanda,
Terus terang sudah ada 3 orang yang pernah menanyakan biaya study di IIT Roorkee, 1 orang minat ke Ph.D (Arsitektur), 1 orang minat ke S2-M.Tech (Mechanical ngineering), dan nanda minat S2 (Software Engineering).
Ke-3 nya menyatakan study dengan biaya sendiri.
Untuk pengalaman study dengan biaya sendiri, kami disini kurang tahu, tapi ini aku lampirkan biaya study S2 kami yang dibiayai oleh ICCR sebagai perbandingan saja. (lihat Attachment, kurs Rs.1 = Rp.200,-)
Setahu saya, kalo untuk mahasiswa asing yang biaya sendiri, perlakuannya akan sama dengan mahasiswa lokal, yaitu harus mengikuti entrance test (GATE) dan bersaing ketat dengan mahasiswa lokal disini.
Tapi kalo melalui jalur beasiswa (ICCR-TCS Colombo Plan) mahasiswa asing dibebaskan dari entrance test, hanya mengirimkan berkas persyaratan diantaranya: (ini pengalaman kami)
1. Mengisi formulir/blanko yang tersedia di TCS Colombo Plan.(Formulir ada di Kedubes India di Jakarta)
2. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai pendidikan terakhir sebanyak 4 rangkap sudah dilegalisir dan dalam bahasa Inggris.
3. Rekomendasi dari Prof. atau Rektor tempat kita kuliah (pendidikan terakhir) dalam bahasa Inggris.
4. Nilai TOEFL (kalau kami dulu Min. 500) asli.
5. Mengisi formulir/blangko medical (riwayat kesehatan) tersedia satu paket dgn formulir blanko pendaftaran, dengan ditandatangani oleh Dokter yang memeriksa kita pada waktu medical Check Up.(Tersedia di Kedubes India, Jakarta)
Kemudian persyaratan itu kami serahkan ke PUSBIKTEK dan PUSBIKTEK yang memproses, jadi kami tinggal menunggu hasil pengumuman/diterima or tidak diterima. (Semuanya yang mengurus PUSBIKTEK Dep. PU).
Jadi, alangkah lebih baiknya untuk detail informasi study dgn biaya sendiri bisa Nanda tanyakan langsung di Kedubes India di Jakarta.
PS: rasanya untuk jurusan software enginering tidak ada, yang ada jurusan Computer Science & Engineering dan jurusan Information Technology.
bisa dicheck di website IIT Roorkee --> http://www.iitr.ernet.in
ato cek disini.
Keterangan photo: Foto bersama Batch 50 dan Batch 51 dengan bapak Dubes RI untuk India H. Donillo Anwar, S.H. dan Ibu pada perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-61 (17 Agustus 2006).
Saturday, April 28, 2007
Foreign Student Day 2007 IIT Roorkee
Setiap tahun di IIT Roorkee diadakan acara Foreign Student Day, yaitu hari dimana semua mahasiswa asing yang sedang belajar di IIT Roorkee harus mempresentasikan/ mempertunjukkan ragam seni dan budaya dari negara mereka masing-masing. :)
Foreign Student Day pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 23 April 2007, dimana pada tahun ini, kami, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di IIT Roorkee menampilkan tarian poco-poco sama seperti pada tahun lalu.
Kebetulan pada tahun ini, kami kekurangan personil yang pandai ber-kesenian. Pada tahun lalu, kami mengandalkan rekan sekaligus leader kami, Mr. Iwan Setiawan Wiradisastra, yang pandai bermain suling bambu dan kecapi sunda, jadi untuk tampil solo Mr. Iwan yang tampil ciamik dengan permainan suling bambu dan kecapi sunda-nya, mampu membuat para penonton hanyut dan terkesima. :-O
Bisa dilihat di sini ulasannya.
Tapi sayangnya untuk tahun ini mahasiswa yang ada, kurang bisa ber-kesenian semua. Untuk menyanyi solo takut kalo para penonton akan melempari/menimpuki, :D untuk atraksi lain seperti tari-tarian satupun gak ada yang bisa, :(( akhirnya setelah rapat kecil dan diputuskan dengan voting *halah* disepakati, kita menampilkan senam poco-poco, kita modifikasi sendiri gerakannya dan diberi nama Poco poco Dance.
Kenapa kita menampilkan poco-poco dance? :-?
Alasan pertama adalah karena pada tahun lalu sudah ada pengalamannya.
yang kedua adalah mudah diajarkan dan diikuti bagi yang blom pernah mencoba.
yang ketiga rata-rata mahasiswa disini, setiap hari jum'at di kantornya dulu di Indonesia, sering mengikuti senam poco-poco jadi sudah terbiasa. ;))
Sekedar informasi, kebetulan pada tahun ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di IIT Roorkee menurun drastis, yaitu cuma 4 orang untuk angkatan 51 dan juga 4 orang untuk angkatan 50, yang biasanya setiap tahun Indonesia mengirim belasan orang mahasiswa untuk setiap angkatannya, karena untuk kuota mahasiswa Indonesia di bawah Departemen PU mendapat jatah 30 orang per-tahun, tapi jumlah tersebut tidak pernah terpenuhi.
Untuk acara Foreign Student Day ini, kami mengundang perwakilan dari KBRI New Delhi dan kebetulan Bapak Rizali W. Indrakesuma selaku KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) Dubes RI untuk India bersedia datang.
FYI, kebetulan sampai saat ini Duta Besar RI yang baru untuk India belum ada, karena Dubes yang lama Bapak H. Donillo Anwar sudah memasuki masa pensiun, dan Dubes pengganti belum ada, jadi untuk sementara Dubes Ad Interim dijabat oleh Bapak Rizali W. Indrakesuma, yang sehari-harinya menjabat sebagai Minister Counsellor (Information, Social & Culture).
Dibawah ini ada foto-foto bercerita, tentang kegiatan dari Foreign Student Day tersebut. \:D/
PS: eh.. tau gak dengan PSP or Chaseiro? bagi yang angkatan babe gue, pasti tahu deh.. ;)) ..lah Mr. Rizali W. Indrakesuma selaku KUAI Dubes RI untuk India adalah salah satu personil dari PSP/Chaseiro.. ini blognya.
Foto2 yg lain menyusul, habis blogger bener2 sedang lelet utk upload satu foto aja lama banget!.. #-O :((
Tuesday, April 24, 2007
Besemah History-2
This part is continuation from Besemah History-1.
When I posted Besemah History-1, My friend of mind when he commented in this post, asked to me: wah, posting yang menarik neh, baru bagian ke-1 neh...rencananya postingan ini dibuat berapa seri mas Joni...
and i replied to him:
@mashuri: haha.. 2 seri aja.. habis panjang banget, jadi dibuat 2.
so, for you, i cordially request to keep reading this continuation. :D
Tim Penyusun: Marzuki Bedur, A. Bastari Suan, Eka Pascal, dan Arif Nurhayat Permana
METODOLOGI
1. Latar Belakang
Asal-usul suku Besemah yang ditulis oleh Belanda sebagai suku yang “aneh” (merkwaadgste stammen), baik berdasarkan pendekatan kebudayaan (arkeologis) maupun berdasarkan legenda atau mitos Puyang Atung Bungsu, Puyang Diwate, Puyang Singe Bekurung, Puyang Pedane, Puyang Tanjung Lematang, Puyang Riye Lasam, dan puyang lain-lain; serta hubungannya dengan Semende, Kisam, Kikim, Ogan (Semidang Alundua), Semidang Gumay dan Semidang Alas di Bengkulu Selatan dan Palas Besemah di Lampung Selatan, serta terbentuknya/berdirinya dusun-dusun di Besemah.
- Mengapa ada sebutan Besemah yang berbeda-beda, misalnya: ada Besemah Libagh, Besemah Ayik-keghuh, Besemah Ulu Lintang, dan Besemah Ulu Manak dan sebagainya.
- Sebab-sebab terjadinya gerak menyebar suku-suku Besemah.
- Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan “Lampik Empat Merdike Due”.
- Apa yang dimaksud dengan tugas dan peran orang Besemah sebagai “Sindang Mardike” dan “si Penjaga Batas” dalam hubungannya dengan Kesultanan Palembang.
- Sampai sejauh mana efektivitas pemerintahan Kesultanan Palembang di daerah Besemah dengan sistem pengangkatan raban dan jenang, yang kemudian digantikan dengan kepala-kepala divisi oleh pemerintah Belanda.
- Bagaimana gigihnya perjuangan prajurit-prajurit Besemah dalam mempertahankan daerahnya, seperti yang diperlihatkan dalam perang di Kute Penandingan, Kute Menteralam, Kute-agung, Kute Tebatseghut, dan lain-lain.
- Apakah dasar atau argumentasi sehingga Kota Pagaralam disebut “Kota Perjuangan”.
Berdasarkan uraian di atas, penyusunan sejarah Besemah akan dibuat menjadi beberapa bab. Mudah-mudahan, terbitnya tulisan ini menjadi buku dapat memberikan gambaran yang agak utuh mengenai sejarah asal-usul suku Besemah dan bagaimana perjuangannya dalam mengusir kekuasaan asing (Belanda, Jepang, dan Inggris).
2. Ruang Lingkup Waktu
Ruang lingkup waktu meliputi kurun waktu 1828-1949. Tahun 1828 ditetapkan sebagai awal perjuangan berdasarkan peristiwa orang-orang Besemah, Kisam, Semende, dan Mengkakaw melakukan serangan ke beberapa dusun yang dikuasai Belanda sampai mendekati Gelumbang, sedangkan tahun 1949 ditentukan berdasarkan terjadinya penyerahan kedaulatan atas Indonesia oleh Belanda.
3. Ruang Lingkup Geografis
Wilayah yang menjadi sasaran penelitian adalah eks Kewedanaan Tanah Pasemah yang meliputi empat kecamatan tempo doeloe, yaitu Kecamatan Kota Pagaralam, Kecamatan Kute-agung, Kecamatan Jaray (termasuk Lintang Empat Lawang), dan Kecamatan Tanjungsakti; atau meliputi wilayah utama: Sumbay Besak (Sumbay Besar), Sumbay Ulu Rurah (Sumbay Ulu Lurah), Sumbay Pangkal Lurah yang disebut juga Sumbay Tanjung Ghaye (Sumbay Tanjung Raya), Sumbay Mangku Anum, , Sumbay Penjalang dan Sumbay Semidang. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk menyebut beberapa daerah di luar eks Kewedanaan Tanah Pasemah, asal ada relevansinya dengan peristiwa sejarah perjuangan rakyat Besemah, terutama peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kabupaten Lahat atau dari struktur hirarki organisasi militer dengan ibukota Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), misalnya dalam pembentukan badan-badan perjuangan, seperti Badan Penjaga Keamanan Rakyat (BPKR), Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
4. Tujuan Penelitian
1) Sejarah suku Besemah pada masa lampau yang ditulis oleh penulis-penulis Belanda sebagai suku yang “aneh’ hampir tidak diketahui oleh masyarakat Besemah sekarang. Oleh karena itu, perlu diungkapkan, meliputi: asal-usul, sifat, watak, dan perilaku, serta daerah geografisnya.
2) Untuk mengetahui mengapa terdapat beberapa sebutan Besemah, seperti Besemah Libagh, Besemah Ulu Manak, Besemah Ulu Lintang, Besemah Ayik Keghuh dan lain-lain.
3) Untuk mengetahui hubungan suku Besemah dengan Kesultanan Palembang, misalnya tentang ketaatannya. Apa yang dimaksud dengan “Sindang Merdike” dan si “Penjaga Batas” yang diberikan kepada suku Besemah.
4) Untuk mengetahui bagaimana heroiknya perlawanan rakyat Besemah pada kurun waktu 1828-1866 yang hanya bersenjata sederhana sanggup melawan Belanda yang bersenjata lebih modern, lebih berpengalaman, dan merupakan tentara reguler.
5) Untuk mengetahui bagaimana penderitaan orang Besemah pada masa pendudukan Jepang, arti penting pendidikan militer Gyugun di Pagaralam, perebutan senjata di Asano Butai Bumiagung, di Gununglilan, di kompleks BPM (Bataafsche Petroleum Maatschapij) Jerambah Beringin, dan Karangdale.
6) Untuk mengetahui bagaimana peranan dan perjuangan rakyat di eks Kewedanan Tanah Besemah, terutama pada waktu Agresi Militer II Belanda yang banyak memakan korban baik jiwa maupun harta. Pada waktu Agresi Militer I, Belanda baru dapat menguasai kota Lahat dan sekitarnya.
5. Manfaat Penelitian
1) Berguna bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang agar mereka menyadari bahwa suku-suku dan sumbay-sumbay Besemah berasal dari keturunan yang sama. Kesadaran ini dapat menghindari pertengkaran atau permusuhan sesama mereka yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
2) Berguna sebagai pewarisan budaya (cultural transmission) yang dapat menjadi perekat guna menghindari disintegrasi eksistensi suku-suku Besemah.
3) Berguna untuk mewariskan jiwa dan nilai patriotisme yang dimiliki masyarakat Besemah yang berjuang pada kurun waktu 1828-1949.
4) Berguna sebagai bahan bahan pengajaran muatan lokal dalam proses belajar-mengajar dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi, terutama di Kota Pagaralam dan di Kabupaten Lahat.
6. Pengumpulan Data
Metode yang digunakan untuk menyusun buku ini adalah metode historis. Metode ini berupa pengumpulan data-data atau sumber-sumber sejarah (sources) yang disebut heuristik. Berdasarkan publikasi yang dikeluarkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Museum Nasional di Jakarta, ada beberapa sumber yang sangat berguna, yaitu, antara lain:
1) Piagam yang dikeluarkan oleh Sultan Palembang pada abad ke-17 yang ditujukan kepada pengiran-pengiran (pangeran) di Tanah Besemah, seperti kepada Pengiran Tanjungkurung, Pengiran Petani, dan lain-lain, yang ditulis di atas lempengan perak.
2) Manuskrip “Soerat Assal Oerang Mendjadikan Djagat Passoemah” di Museum Pusat dengan nomor kode ML 608 CBR 157 VIII.
3) Manuskrip “Sejarah Pasemah”, dengan nomor kode ML 234.
4) “De Expedetie Tegen de Pasoemah Landen”: Een Uitverige Bechrijving dezer Expedetie.
5) Een Woord over de Pasoemah Expedetie.
6) Lets Betreffende de Verhouding der Pasoemah Landen tot de Sulthans van Palembang, dalam TBB, 1855.
7) R.M. Hens, Het Grandbezit in Zuid Sumatera.
8) Catalougs van Eene Verzameling van Kunstinverheid uit de Hoofdstad Palembang een De Landstreek Pasemah Lebar.
9) Simboer Tjahaja dan Adatrecht Bundel.
10) Oendang-oendang of Verzameling van Voorschriften in de Lematang
Oeloe en Ilir en Pasemah Landen.
11) J.S.G. Gramberg, “Pasemah”.
12) H. Visser, Lets over het Landschap de Pasemah Oloe Manna.
13) Kamil Mahruf, Nanang S. Soetadji, dan Djohan Hanafiah, Sumatera Selatan Melawan Penjajah Abad 19 dan Pasemah Sindang Merdika 1821-1866.
14) Dan lain-lain (Lihat Daftar Pustaka).
Selain itu, digunakan juga sumber-sumber lokal yang ditulis oleh para pejuang setempat yang menulis semacam memoir, catatan-catatan perjuangan atau buku kenang-kenangan yang jumlahnya cukup banyak, misalnya yang ditulis oleh Depati M. Hasyim dusun Pagargading, Agam, Djarab dusun Pelangkendiday, Sjamsoel Bachri Umar (Tatung), Prof. Bakry Hamid, M. Samiri dusun Jentik-an, Hasan Azhari Pagarkaye, Usman Nangtjik, dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya apa yang telah ditulis oleh M. Saman Loear, baik dalam bentuk buku maupun dalam bentuk guritan, dan juga sangat penting artinya apa yang telah diusahakan oleh Kapten (purn) Sanaf dusun Karangtanding (Jaray) dan kawan-kawan yang telah menghasilkan 14 jilid buku hasil wawancara dengan tokoh-tokoh pejuang dari berbagai daerah di Sumatera Bagian Selatan (360 tokoh , di antaranya ada yang menyangkut mengenai perjuangan di Kota Pagaralam. Dokumen ini ada di Perpustakaan Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) di Palembang. Khusus untuk Kota Pagaralam dan sekitarnya dilakukan inventarisasi pelaku-pelaku dan saksi-saksi sejarah, kemudian dilakukan interview secara mendalam dengan mendatangi dusun-dusun yang dianggap berperan penting. Jika pelaku dan saksi sejarah telah meninggal, interview dilakukan terhadap keluarga terdekat, sekaligus meminta dokumentasi foto-foto. Interview dilakukan secara simultan melalui pertemuan/rapat atau semacam lokakarya yang diselenggarakan pemerintah Kota dan Legiun Veteran Kota Pagaralam. Selain itu, dibuat dokumentasi berupa foto-foto di tempat-tempat bersejarah dan foto-foto para pelaku atau saksi sejarah.
7. Landasan Pendekatan dan Teori yang Dipergunakan
Pendekatan yang digunakan adalah adalah pendekatan multidimensional (antropologis, sosiologis, dan politis). Pendekatan antropologis, terutama antropologi budaya, dapat digolongkan menurut pendekatan-pendekatan khusus yang ada dalam sub-sub disiplin dari antropologi, misalnya: (1) antropologi prasejarah; (2) antropologi bahasa, dan (3) etnologi yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan diakronik dan pendekatan sinkronik (Beals, 1953:173-176). Pendekatan diakronik bertujuan untuk mencapai pengertian mengenai kebudayaan suatu suku bangsa atau bangsa dengan meneliti asal mulanya, sejarah persebarannya, dan perkembangannya. Sedangkan pendekatan sinkronik dipakai untuk melihat mitos asal-usul suku Besemah. Untuk mengetahui asal-usul dan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi, yang tidak terdapat dalam sumber-sumber tertulis, digunakan metode wawancara geneologis (Koentjaraningrat, 1984:6).
Selain pendekatan antropologis, tulisan ini juga mempergunakan pendekatan sosiologis dan politis. Pendekatan sosiologi yang menggunakan konsep-konsep atau teori-teori sosiologis diperlukan, terutama dalam kaitannya dengan analisis mengenai perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial (Garne, 1977:19; Appelbaum, 1970:49) yang diakibatkan oleh masuknya pengaruh Belanda di daerah pedalaman Besemah (Malinowski, 1966:11-12). Bersama-sama dengan pendekatan politis dicoba pula untuk mengetahui sampai sejauh mana kekuasaan yang dimiliki oleh elit tradisionalnya (kepala sumbay).
Perubahan struktur masyarakat menyangkut perubahan status golongan sosial, menimbulkan pergeseran peran, serta fungsi dari lembaga-lembaga lama ke lembaga-lembaga yang baru. Elit tradisional merasa terancam perannya dalam masyarakat. Lembaga-lembaga lama semakin tidak berfungsi. Status “Sindang Merdike” yang sejak lama dimiliki oleh orang-orang Besemah menjadi terancam. Padahal status ini menyangkut harga diri mereka yang sangat mendalam, terutama bagi elit tradisionalnya. Beberapa besarkah power atau authority (Soemardi, 1962:359-360) yang dimiliki oleh raja/sultan dari Kesultanan Palembang terhadap kepala-kepala sumbay di Besemah.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik. 1974. Sejarah Lokal di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press,
Agus, Ali. 1978. “Batalion XVI STP”. Catatan Pribadi. Palembang
Alam, Asnawi Mangku. 1997. Kesan dan Pesan. Jakarta: Indah Mas
_______. 1985. Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang. Jakarta: PT Grapitas
_______. 1992. Pasca Perang Kota Palembang. Jakarta: PT. Inspirasi
_______. 1999. Buku Putih Mengenai Kemurnian Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Selatan. Jakarta: Tanpa Nama Penerbit.
Amin, Ali. 1998. Kesan-Kesan Dalam Kehidupan Dan Dalam Berkarya : Pengalaman Pegawai Tiga Zaman. Palembang: Pemda Sumsel.
As’ad Djamiri. 1979. Ikhtisar Sejarah Perjuangan ABRI (1945-sekarang). Jakarta: Departeman Pertahanan-keamanan Pusat Sjarah ABRI.
Bos, F.R. dan J.F. Niermeyer.1947. Schoolatlas der Gehele Aarde. Groningen, Batavia: J.B. Wolters’ Uitgeversmaatschappij N.V
Bangun, Payung dan RZ Leirissa. 1996. Berbagai Tanggapan dan Komentar Mass Media Tantang Kolonel M. Simbolon. Jakarta: Yayasan Bina Bangsa Indonesia.
_______. 1996. Kolonel Maludin Simbolon Liku-liku Perjuangannya dalam Membangun Bangsa. Pustaka Sinar Harapan.
Disjarah TNI-AL. 1970. Sejarah TNI-AL 1945-1950. Jakarta: Disjarah TNI-AL.
Dim. Moehammad. 2001. Kronologis BPKR-TKR-TRI-TNI dai Lahat (II)., (Catatan Pribadi).
Dim. Ali Kasim, dkk. “Pagaralam di Lembah Gunung Dempo dan Lahat di Hamparan Bukit Serelo adalah Kota Embrio dan Cikal Bakal Angkatan Perang Republik Indonesia Dengan Kobar Juangnya”. Lahat, 1992, (Catatan Pribadi)
Djarab, Hendarmin. 1999. Lima Puluh Tahun Perkawinan Emas Kol. Purn H. Djarab dan Ibu Hj. Rosminah. Jakarta: Tanpa Nama Penerbit,
Djusse M. 2001. “Sejarah Perjuangan TNI dan Rakyat didaerah Pagar Gunung Lahat pada Tahun 1945 dan Gerilya Tahun 1949”. Lahat, (Catatan Pribadi).
Effendi, Danny. 1973. Gema Perang Rakyat di Sumatera Selatan 1945-1949. Jakarta Tanpa Nama Penerbit.
Emmerson, Donnald K. 1976. Indonesia Elite. London : Cornell University Press.
Fredrick, William H. dan Soeri Soerato. 1982. Pemahaman Sejarah Indonesia. Jakarta: PT Djaya Pirusa.
Gani, Ruslan Abdul. 1963.Penggunaan Ilmu Sejarah. Bandung: Prapanca.
Garrdinner, Patrick, 1965. The Nature of Historical Explanation. London :Oxford Unipersity Press,
Gde Agung, Ide Anak Agung. 1983. Renville, Jakarta: Sinar Harapan.
Hugiono dan RK Peorwantana. 1993. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ismail, Hatta. Berdayung di Tegah Riak Gelombang kehidupan. Palembang: Unanti Press, 2001.
______. 2002. “Pelajar Pejuang /Tentara Pelajar Sumatera Bagian Selatan Tahun 1948 di Tanjung Karang. Palembang” (Catatan Pribadi).
Karma, Mara. 2001. Ibnu Sitowo Mengemban Missi Revolusi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,
Kamal, Murni. 1986. Historis Lembaga Pendidikan Taruna Opsir Muda Dari Sumatera Bagian Selatan di Palembang. Palembang ( Catatan Pribadi).
Kartodirdjo, Sartono. Beberapa Masalah Teori dan Metodoliogi sejarah, jilid 7. Yogyakarta Fakultas Sastra Kebudayaan Universitas gajah Mada, 1970.
_______. Pemikiran dan Pengembangan Hostoriografi Indonesia Skala Alternatif. Jakarta: PT Gramedia, 1982
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Yokyakarta, Rineka Cipta, 1995.
Pemerintah Kota Pagaralam. 2003. Selayang Pandang Pembangunan Kota Pagaralam
Mahruff, Kamil, dkk. Pasemah Sindang Merdika. 1921-1966. Jakarta : Pustaka Asri, 1999.
Mayerhoff, Hans. (Ed), The Philosophy of History in Our Time. New York:Alfred A Knooft,1950,
Nahwi, Ahmad. Perjuangan Sub Komandemen Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Srwijaya. Lubuk Linggau, Perwakilan Yayasan Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya, 1992.
Nangtjik,Oesman dan iskandar Gani. dr AK. Gani Pejuang yang Berwawasan Sipil dan Militer. Jakarat: PT. Multi Harun, 1990.
Nasution, abdul Haris. Tentara Nasional Indonesia. Bandung: Ganaco NV, 1963.
Pokok-pokok Gerilya dan Pertahanan RI di Masa Yang Lalu dan Yang Akan Datang. Bandung: Angkasa, 1980.
Ratu Perwiranegara, Alamsyah. Perjuangan Kemerdikaan di Sumatera Selatan 1945-1950. Jakarta: Tanpa Nama Penerbit,1987.
Said, Abi Hasan.Bumi Sriwijaya Bersimbah Darah. Jakarta: PT. Mampang Indah Pratama. Yayasan Krama Yudha,1991.
Loear, M. Saman, Guritan Jagat Besemah. Pagaralam: Elca, 1972.
Sardjono, V DAN GL Marsadji. Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)
Penyelamat Negara dan Bangsa Indonesia. Jakarta: Tintamas Indonisia 1982.
Sidik, Jafri. Sekelumit Pengalaman Perjuangaan Kemerdekaan Repubelik Indonesia di Sumbagsel. Bengkulu, 2001(Catatan Pribadi ).
Suetardji, Nanang S. Sumatra Selatan Melawan Penjajah abad 19. Jakarta: Millenium Publisher PT. Dyatama Millenia, 2000.
Suparman, dkk. H.Alamsah Ratu Perwira Negara Perjalanan Hidup Seorang Anak Yatim Piatu. Jakarta: Sinar Harapan, 1995.
Suwondo, S. Purbo, dkk. Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa dan Sumatera 1942-1945. Jakarta: Pustaka Sinar harapan, 1996.
Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Invertarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional,
1992. Team Kodam IV/Srwijaya. Sejarah Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang Tanggal I – 5 Januari 1947. Pelembang: Komando Wilayah Pertahanan I Kodam IV Sriwijaya, 1982.
Umar, Sjamsul Bachri. Gugurnya Seorang Pahlawan di Kaki Gunung Dempo Pada Waktu Merebut Kekuasaan Dengan Tentara Jepang. Palembang:, 1965b(Catatan Pribadi).
______. Tanjung Sakti Salah Satu Daerah RI Yang Tidak Dimasuki Oleh Tentara Belanda. Palembang, 2000. ( Catatan Pribadi).
______. Sejarah Singkat Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-1950. Lahat, 2002.(Catatan Pribadi).
Veeger J Karel. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.
Walsh, W. H. Meaning in History dalam Patrick Gardener Theories of History. New York: The Freee Press, 1959.
Anoname. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan 1945-1949 di Kabupaten Lahat. Lahat: Pemerintahan Kabupaten Lahat, 2000.
______. Sejarah Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan Pada Masa Revolusi
Kemerdekaan Tahun 1945-1950. Palembang; Pemerintah I Sumatera Selatan, 1986.
______. Pesan dan Kesan dalam Mempringati Hari Jadi I Yayasan Pejuangan
Subkoss Garuda Sriwijaya. Musi Rawas: Yayasan Perjuangan Subkoss Garuda 1989.
______. Sejarah Perang Kemerdekaan di Sumatera 1945-1950. Jakarta: dinas Sejarah TNI Angkatan Darat 1972.
______. Mengenang Perjuangan SUBKOSS Garuda dalam Membela Kemerdekaan. Lubuk Linggau : Yayasan Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya, 1988.
______. Sejarah perang Kemerdekaan di Sumatera 1945-1950. Medan : Dinas Sejarah Kodam II Bikit Barisan, 1994.
______. Kenangan Tiaga Puluh Komando Militer IV Sriwijaya. Palembang;sejarah Militer IV Sriwijaya 1975.
______. Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Palembang: Jawatan Penerangan, 1954.
______. Data Perjuangan Rakyat Sumbangsel. Palembang: Yayasan Bhakti Pejuang 1986.
______. Sejarah Perkembangan Pemerintah di Daerah Sumatera Selatan. Palembang : Pemda TK. I. Sumsel, 1996.
______. Undang-undang Simbur Tjahaja. Palembang : Badan Penerbit Suara Rakyat. 1970.
PS: Only for archives. :)
Friday, April 20, 2007
Googling IPDN
Disaat kita butuh informasi yang cepat bagi yang terakses dengan Internet akan mudah teratasi yaitu dengan memanfaatkan bantuan Mbah Google, itupun dengan syarat apabila data-data yang kita cari itu sebelumnya sudah tersimpan di database-nya mbah google atau search engine lainnya. :)
Iseng, pengen baca-baca artikel tentang IPDN yang sedang heboh dan marak, sebelumnya sudah banyak informasi yang didapat tentang IPDN dari para blogger, malah atas nama alumni IPDN, mereka (alumni IPDN atau simpatisan IPDN) membuat blog sendiri dengan maksud meng-counter serangan-serangan yang dilancarkan para blogger yang sebagian besar menyuarakan agar sebaiknya IPDN dibubarkan saja.
Begitu saya coba ketik keyword IPDN pada Google Search Engine, tidak ditemukan data-data dokumen yang dimaksud, tapi yang mengherankan mbah google malah balik bertanya dan sepertinya sudah tahu kepanjangan dari IPDN yang sebenarnya? :-O
Gak percaya dengan hasil yang dimaksud, aku coba ulangi dengan mengetik kata kunci yang sama dengan harapan akan keluar dokumen/data-data yang lainnya, tetapi tetap tidak ditemukan juga, malah membuat saya lebih bingung lagi? karena mbah google balik bertanya dengan pertanyaan yang lain? :-?
Akhirnya karena bingung kok mbah google bisa tahu arti kepanjangan yang sebenarnya dari IPDN? ;))
iseng-iseng aku mengetikkan nama sendiri dan hasilnya bikin aku tambah bingung?... masak dikatakannya diriku ini orangnya ramah, baik hati, santun dan suka menolong? =))
Pasti mbah google sedang error fikirku gak percaya... [-(
aku coba ulangi lagi dan akhirnya... mbah google benar-benar tahu siapa diriku yang sebenarnya... ;)
Hahaha... pengen coba? coba aja di kembarannya ini: Gooogle. =))
PS: Eh... ngomong-ngomong setuju gak kalo IPDN dibubarkan saja? Mbah google aja tahu kok arti dari IPDN yang sebenarnya, kalo masih gak percaya coba klik sini ato sini. :D
Monday, April 16, 2007
Sekilas Pendidikan di India
Ini ada beberapa tulisan yang berhubungan dengan pendidikan di India.
1. Bercermin pada mutu pendidikan di India.
2. Meneropong sistem pendidikan di India.
3. Informasi Pendidikan oleh PPI India.
4. Pendidikan Teknologi India Diakui Dunia
5. Pendidikan di IIT India
6. Membangun Lembah Silikon Cara India.
7. Perbandingan sekolah di India dan Indonesia.
8. Mengapa harga buku di India sangat murah?
9. Sejarah pendidikan India.
10. Informasi: Belajar di India dg Biaya Sendiri.
PS: Mudah-mudahan bermanfaat. :)
[Source photo from here.]
Saturday, April 14, 2007
Besemah History-1
This posting tell about Besemah History. Expressly i keep in here just for remind me or my loving son about Besemah culturally. So, I hope it's could be help us whenever we need to know to explain others or for some one who has interested about this history, just for share. Thanks. :)
DARI LAMPIK EMPAT MERDIKE DUE, SINDANG MERDIKE KE KOTA PERJUANGAN
Tim Penyusun: Marzuki Bedur, A. Bastari Suan, Eka Pascal, dan Arif Nurhayat Permana
Suku Terpenting di Sumsel
Suku Besemah, yang sering disebut sebagai suku yang suka damai tetapi juga suka perang (Vrijheid lievende en oorlogzuchtige bergbewoners), adalah suku penting yang terdapat di Sumatera Selatan. Pada zaman Sebelum Masehi (SM), pada peta yang dibuat oleh Muhammad Yamin, belum tampak nama suku-suku lain yang tercantum, kecuali suku Besemah.
Local Jenius
Suku Besemah, sebagai salah satu pemilik kebudayaan Megalitikum, disebut suku yang memiliki “local genius”. Tetapi sayang, “tidak diwariskan” kepada anak-cucu (keturunannya).
Asal-usul Suku Besemah
Mengenai asal-usul suku Besemah, hingga saat ini masih diliputi kabut rahasia. Yang ada hanyalah cerita-cerita yang bersifat legenda atau mitos, yaitu mitos Atung Bungsu, yang merupakan salah satu di antara 7 orang anak ratu (= raja) Majapahit, yang melakukan perjalanan menelusuri sungai Lematang, akhirnya memilih tempat bermukim di dusun Benuakeling. Atung Bungsu menikah dengan putri Ratu Benuakeling, bernama Senantan Buih (Kenantan Buih). Melalui keturunannya Bujang Jawe (Puyang Diwate), puyang Mandulike, puyang Sake Semenung, puyang Sake Sepadi, puyang Sake Seghatus, dan puyang Sake Seketi yang menjadikan penduduk Jagat Besemah (Lihat Bagan Alir).
Mitos/Legenda Suku Besemah
Cerita tentang asal-usul suku Besemah sangat mistis, irasional, dan sukar dipercaya kebenarannya. Masalahnya bukan persoalan benar atau salah, dipercaya atau tidak, akan tetapi unsur yang sangat penting dalam mitos atau legenda adalah peran dan fungsinya sebagai pemersatu kehidupan suatu masyarakat (jeme Besemah).
Mitos atau legenda ini dapat menjadi antisipasi disintegrasi kesatuan dan persatuan jeme Besemah di mana pun mereka berada. Hal ini sudah sudah tampak dalam beberapa dekade, terutama setelah pemerintahan marga dihapuskan (UU No.5 Tahun 1979). Perlu selalu ditanamkan perasaan dan keyakinan bahwa jeme Besemah itu (termasuk jeme Semende dan jeme Kisam) berasal dari satu keturunan
BERDIRINYA DUSUN DI JAGAT BESEMAH
Puyang Kunduran membuat dusun Masambulau (Ulu Manak) dan di kemudian hari anak-cucunya membuat dusun Gunungkerte, termasuk Sumbay Besak (Sumbay Besar); Puyang Keriye Beraim membuat dusun Gunungkaye, dan Sumur. Kemudian anak-cucu Keriye Beraim membuat dusun Talangtinggi dan Muarajauh (Ulu Lurah), Puyang Belirang membuat dusun Semahpure dan anak cucunya pindah pula membuat dusun di Ulu Manak. Puyang Raje Nyawe pindah pula membuat dusun Perdipe, Petani dan Pajarbulan. Anak cucunya pindah pula membuat dusun Alundua, Sandarangin, Selibar, Rambaikace, Sukemerindu, Kutaraye, Babatan, Sadan, Nantigiri, Lubuksaung, Serambi, Bendaraji, Ulu Lintang; Bangke, Singapure, Buluhlebar, Gunungliwat, Tanjungberingin, Ayikdingin, Muarasindang, Tebatbenawah, Rempasai, Karanganyar, semuanya masuk Sumbay Besak. Puyang Raje Nyawe pindah ke Semende, membuat dusun Pajarbulan. Puyang Raje Nyawe kembali ke dusun Perdipe menyebarkan agama Islam dan adat istiadat perkawinan secara islami. Dari Semende banyak penduduk yang pindah ke Kisam dan masih banyak cerita mengenai pendirian dusun-dusun di Tanah Besemah ini.
Sistem Pemerintahan Tradisional
Sistem pemerintahan tradisional di daerah Besemah disebut Lampik Empat Merdike Due yang dipimpin oleh kepala-kepala sumbay. Besemah waktu itu merupakan suatu “republik” yang paling demokratis. Tanggung-jawab dan kesetiaan sangat ketat dibina oleh orang Besemah. Rasa solidaritas dan loyalitas yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan prajurit-prajurit Besemah dapat melakukan perlawanan terhadap Kolonialisme. Hal yang mengiringi rasa solidaritas dan loyalitas yang tinggi itu, baik di dalam keluarga batih, keluarga luas virilokal maupun pada suku Besemah secara umum adalah konsep “dimak kepadunye” dan “dide beganti”.
Sindang Merdike dan Si Penjaga Batas
Status “ Sindang Merdike” dan “Si Penjaga Batas” dan sistem pemerintahan tradisional “Lampik Empat Merdike Due” menjadi terancam dan sirna setelah kolonialis Belanda dapat mengalahkan perlawanan Sultan Mahmud Badaruddin II melalui Perang Palembang tahun 1819 dan 1821.
Mengenai hubungan dengan Kesultanan Palembang, suku Besemah selalu menganggap dirinya sebagai orang yang bebas, orang merdike. Hubungan Sultan Palembang dengan suku Besemah lebih bersifat suzereinitas daripada souveriginitas (Hens, 1909:12-15) Kewajiban “milir seba” Bukit Seguntang pada tiap tiga tahun sekali, lebih diartikan sebagai nggaghi kelaway tue, Putri Sindang Biduk. Sultan Palembang cukup menghormati orang-orang Besemah, terbukti dengan status yang diberikannya status “Sindang Merdike” dan “Si Penjaga Batas” (Grensbewakers).
Suku Besemah sering melakukan, yang menurut istilah Belanda membuat “kerusuhan” (onlusten), membuat “huru-hara” (woelingen), atau mengganggu ketenteraman (rustverstoring). Menyadari bahwa pihak Belanda pasti akan melakukan serangan, orang Besemah membuat benteng-benteng pertahanan yang kuat, disebut kute di beberapa dusun. Misalnya Kute Gelungsakti, Kute Penandingan, Kute Tebatseghut, Kute-agung, Kute Menteralam, dan kute-kute lainnya. Pimpinan militer Belanda memutuskan mengirimkan ekspedisi militernya untuk menghancurkan kekuatan orang-orang Besemah, yang dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Juni tahun 1866.
Belanda mengalahkan Besemah
Oleh karena persenjataan yang lebih modern, pengalaman perang yang cukup, dan pasukan yang terlatih, akhirnya Belanda dapat menguasai satu persatu kute pertahanan prajurit-prajurit Besemah, yaitu Kute dusun Gelungsakti, Kute Penandingan, Kute Tebatseghut, Kute-agung, Kute Menteralam dan lain-lain. Pada pertempuran di kute-kute tersebut terlihat bahwa prajurit-prajurit Besemah lebih memilih kemungkinan mati daripada menyerah, terutama pada pertempuran di Tebatseghut dan Menteralam. Setelah mengalahkan perlawanan di daerah Besemah Libagh (Besemah Lebar), pasukan Belanda melanjutkan serangannya ke Besemah Ulu Manak untuk menangkap tokoh-tokoh pemimpin Besemah yang bersembunyi di daerah ini.
Kekalahan ini menyebabkan rakyat Besemah harus tunduk kepada peraturan yang dikeluarkan pemerintah Belanda. Misalnya, mereka harus membayar pajak tanah, pajak rumah, menghentikan perdagangan budak, dan menghentikan kebiasaan menyabung ayam. Peraturan dan ketentuan-ketentuan itu merupakan hal baru dan sangat memberatkan bagi orang-orang Besemah yang tidak ada sebelumnya. Hal ini berarti, status “Sindang Merdike” dan “Si Penjaga Batas” menjadi hilang Dengan kekalahan tersebut, mulailah daerah Besemah dijajah Belanda dengan segala penderitaan dan kesulitan ekonomi. Penderitaan ini berlangsung hampir selama 82 tahun.
Perang Pasifik
Kekuasan Belanda yang tampak sangat kuat, dengan mudah dikalahkan oleh balatentara Jepang pada Perang Pasifik di bulan Februari 1942. Pertahanan Sekutu di Laut Jawa dapat dipatahkan. Pasukan Jepang mendarat di beberapa tempat di kepulauan Indonesia. Menyerahnya Belanda kepada Jepang pada tanggal 9 Maret 1942, menyebabkan Belanda kehilangan jajahannya di Indonesia.
Di Bawah Penjajahan Jepang
Mulailah babak baru dalam sejarah Indonesia, yakni Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang. Rakyat Indonesia semakin menderita di bawah kekuasaan Jepang. Balatentara Jepang ternyata lebih kejam bila dibandingkan dengan kolonialis Belanda. Jepang yang pada awal Perang Asia Timur Raya sangat opensif, berubah menjadi defensif dan tertekan oleh kekuatan Sekutu, sehingga terdesak di berbagai front pertempuran, termasuk di wilayah Indonesia.
Gyugun Kanbu
Untuk mengatasi kekurangan pasukan, Jepang membentuk satuan militer pribumi, yaitu yang disebut Gyugun Kanbu (Infanteri Gyugun). Angkatan pertama Gyugun dilatih di Kota Pagaralam, tepatnya di Balai Istirahat, di belakang rumah sakit Juliana (Juliana Hospital), di jalan ke arah dusun Pematangbange. Dari pusat latihan Gyugun di Pagaralam dihasilkan prajurit dan perwira-perwira yang cakap dan terampil dalam menggunakan senjata, mengatur strategi perang serta teknik-teknik berperang yang kemudian sangat bermanfaat dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Faktor inilah dapat dijadikan sebagai salah satu dasar kriteria untuk menyebut Pagaralam sebagai “Kota Perjuangan”.
Proklamasi Kemerdekaan
Akhirnya Jepang menjerah kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya (17 Agustus 1945). Tidak semua daerah mengetahuinya pada tanggal tanggal sama, Oleh karena itu pulalah upacara penaikan bendera sang Merah-Putih, tidak sama waktunya antara satu daerah dengan daerah lainnya, termasuk di Kota Pagaralam (tanggal 21-27 Agustus 1945). Upacara penaikan bendera dilaksanakan di halaman toko Datuk Seri Maharajo, ayah Sofjan Rasjad (sekarang Toko Disco). Tokoh-tokoh yang terlibat pada upacara penting itu adalah Kenasin, beberapa orang pemuda Hizbul Wathan, dan Al Munir Rt.
Pendirian KNID/BPKR
Di Pagaralam dibentuk KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah). KNID Pagaralam diketuai oleh M. Siddik Adiem, sedangkan tokoh-tokoh BPKR untuk Kewedanaan Tanah Pasemah, antara lain Harun Sohar, Ruslan, Djarab, Syamsul Bachri Umar, Hamid, Jemair, H. Mansur, Sanaf, dan Yunus.
Pertemuan di Tebat Limau
Sebagai suatu negara yang telah merdeka, Indonesia berusaha mengambil alih kekuasaan politik dan militer, terutama usaha untuk mengambil atau merebut senjata dari tangan Jepang, Mayor Ruslan mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan di Tebatlimau, dekat dusun Pelangkendiday yang dihadiri oleh semua unsur pemerintahan, KNID, wedana, polisi, para pesirah, kepala-kepala sumbay, dan pimpinan TKR/laskar.
Perebutan Senjata
Terjadi pertempuran-pertempuran dengan tentara Jepang di butai-butai Jepang di Gununglilan, Bumiagung, BPM Jerambah Beringin, dan Karangdale. Pada pertempuran-pertempuran di butai-butai Jepang tersebut telah gugur beberapa putera terbaik Besemah, antara lain Mayor Ruslan, Sersan Ansori, Serma Wanar, Musalim, Zainal, Salam, Tulip, Ming, Dung, Marzuki, Zainawi, Jinal, Kamal, Abdullah, Sayit, Kusim, Siakip, dan beberapa orang lainnya yang tidak tercatat. Diharapkan dalam lokakarya yang dilaksanakan hari ini, ada masukan tentang orang-orang yang terlibat.
Setelah balatentara Jepang menyelesaikan tugas yang diberikan Sekutu dan mereka dikembalikan ke tanah airnya, perjuangan rakyat Indonesia belum berakhir. Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia. Terjadi pertempuran dengan pihak Sekutu/Belanda yang mencapai puncaknya pada Pertempuran Lima Hari Lima Malam (PLLM) tanggal 1 Januari sampai dengan 5 Januari 1947, Agresi Militer I ( 21 Juli 1947) dan Agresi Militer II (19 Desember 1948). Rakyat Sumatera Selatan melakukan perlawanan sengit, sangat heroik, dan semangat rela berkorban yang sangat tinggi baik harta maupun nyawa, demi untuk mempertahankan kemerdekaan. Perlawanan yang demikian termasuk juga di Kewedanaan Tanah Pasemah.
Peran Rakyat Besemah dalam PLHLM dan AM I
Pada Agresi Militer I Belanda, rakyat di Kewedanaan Tanah Pasemah belum secara langsung berperang di daerahnya karena Belanda belum berhasil sampai ke sana. Namun mereka telah ikut berperan pada Pertempuran Lima Hari Lima Malam dan Agresi Militer I, yaitu berupa bantuan berupa bantuan personil (prajurit) dan logistik (beras dan sayur-sayuran). Memang sudah ada usaha Belanda untuk melakukan serangan ke Pagaralam (ibukota Kewedanaan Tanah Pasemah), tetapi niat ini tidak terjadi karena sudah ada Persetujuan Renville tanggal 27 Januari 1948. Berdasarkan persetujuan itu, ditetapkan garis demarkasi ditentukan dusun Tanjungtebat.
Perlawanan Rakyat di Tanah Besemah pada AM II
Pada Agresi Militer II Belanda (Desember 1948), ada tiga daerah yang menjadi target sasaran, yaitu Muaradua (sekarang OKU Selatan), Tebingtinggi, dan Pagaralam.Pertahanan Kota Pagaralam dibebankan kepada Batalyon XVI STP (Sub Teritorium Palembang) yang berkekuatan enam kompi, yaitu Kompi I Kapten Satar, Kompi II Lettu Ichsan, Kompi III Lettu Yahya Bahar, Kompi IV Lettu Nahwi, Kompi V Lettu Adenan Ibrahim, dan Kompi VI Vandrig H.S. Simanjuntak.
Untuk mempertahankan kota Pagaralam ini, dibentuk tiga front, yaitu Front Mingkik untuk menghadapi pasukan Belanda di luang Ndikat, Front Selangis untuk menghadapi pasukan Belanda yang akan masuk lewat simpang Rantau-unji, dan Front Padangkaghit (Onderneming kopi yang dulunya milik Belanda). Front Padangkaghit dipimpin Lettu Yahya Bahar. Untuk menghambat pasukan Belanda yang akan masuk lewat Tanjungtebat, Jerambah Ndikat terpaksa dihancurkan. Penghancuran ini dilakukan oleh prajurit Agam dan kawan-kawan.
Pimpinan pasukan Belanda yang sejak awal memperkirakan bahwa luang Ndikat sukar ditembus, juga melakukan pengiriman pasukan melalui jalan Jepang, yang bisa tembus ke Simpang Rantau-unji, Front Selangis, Front Padangkaghit, Kota Pagaralam, dan terus ke daerah Impit Bukit . Pasukan TNI, lasykar pejuang, dan rakyat, melakukan perlawanan sengit di Front Selangis Besar. Namun, karena persenjataan yang tidak seimbang, perlawanan ini dapat dipatahkan oleh Belanda. Pasukan TNI, lasykar, dan rakyat pejuang terpaksa melakukan gerakan mundur ke hutan-hutan, untuk selanjutnya melakukan perang gurilah (gerilya), melakukan penghadangan-penghadangan di tempat-tempat strategis dengan memasang landsmijn (ranjau darat).
Politik Bumi Hangus
Pihak TNI, lasykar, dan rakyat pejuang melakukan politik bumi hangus, terutama terhadap bangunan-bangunan milik Belanda, agar tidak dapat dipergunakan lagi oleh pasukan Belanda. Misalnya, pembumihanguskan bangunan di kompleks BPM Jerambah Beringin, Demperiokan, kantor wedana, tangsi polisi, dan bangunan-bangunan di Perkebunan Teh Gunung Dempo.
Peran Tanjungsakti
Tanjungsakti mempunyai peranan yang sangat besar, terutama setelah pimpinan teras TNI, yang sebelumnya bermarkas di Lubuklinggau, dipindahkan ke Curup, ke Muara-aman, dan akhirnya ke Tanjungsakti. Pimpinan teras TNI ini dipimpin oleh Kolonel Bambang Utoyo dan Kepala Stafnya adalah Kapten M. Yunus. Tanjungsakti juga menjadi pusat pemerintahan sipil Keresidenan Palembang yang dipimpin Residen Abdul Rozak. Demikian pula Bupati Amaluddin, Wedana Wani, Wedana Ibrahim, Wedana Abdullah Sani, Sidik Adiem (kepala penerangan), dan lain-lain berada di Tanjungsakti. Dari kepolisian Keresidenan Palembang terdapat nama-nama Komisaris Polisi Sugondo, Inspektur Polisi Taslim Ibrahim, Inspektur Polisi Abdullah Amaluddin. Inspektur Polisi Palma, Yasin, dan Cek Umar. Kepala penerangan dan kepala kesehatan juga berada di Tanjungsakti, serta masih banyak tokoh pejuang lainnya, misalnya Rasyad Nawawi, Satar, Nurdin, Syamsul Bachri Umar (Tatung), Idham, Djarab, Nurdin Ibrahim, Bachrun Umar, Basri, Ali Syarif, Sahid, Munir, Cek Asim, dan lain-lainnya. Dari Tanjungsakti dikendalikan pemerintahan dan pengaturan taktik dan strategi melawan Belanda. Untuk mengatasi kesulitan alat tukar, dicetak uang kertas “OERIP” (Oeang Repoeblik Indonesia Perdjoeangan).
Pasukan Belanda mengetahui tentang keberadaan pemerintahan sipil dan kekuatan militer di Tanjungsakti. Oleh karena itu, mereka melakukan serangan-serangan dengan menjatuhkan bom di beberapa tempat. Beberapa di antaranya meluluhlantakkan beberapa rumah. Tetapi banyak juga yang tidak meledak, yang kemudian digunakan oleh TNI sebagi bahan untuk merakit senjata guna melawan pasukan Belanda. Dapat dikatakan, bahwa Tanjungsakti tidak pernah diinjak oleh kaki tentara Belanda yang ingin menjajah kembali dan Tanjungsakti merupakan satu-satunya pertahanan di Kabupaten Lahat yang mampu bertahan sampai penyerahan kedaulatan bulan November 1949 (mendahului penyerahan kedaulatan 27 Desember 1949).
Demikianlah kilas balik perjuangan rakyat di Kewedanaan Tanah Pasemah, mulai dari zaman “Lampik Empat Merdike Due”, “Sindang Merdike”, dan “Si Penjaga Batas”, hingga penyerahan kedaulatan, yang karena perlawanan gigih, ulet, dan pantang menyerah dari TNI, Lasykar, Tentara Pelajar, Pemuda Putri Besemah di Pagaralam di sekitarnya, serta rakyat pejuang pada umumnya, tanpa berlebihan dan tanpa perasaan chauvinisme, kita dapat menyebut Kota Pagaralam sebagai “Kota Perjuangan”. Sejarah yang sangat heroik ini perlu selalu dikenang dan dijadikan pedoman dalam mengisi kemerdekaan, juga tidak lupa akan selalu menghormati jasa para pahlawan, khususnya yang gugur di. Tanah Besemah.
Tulisan yang lain tentang sejarah besemah dapat dibaca di sini.
[Source picture from here.]
Friday, April 13, 2007
Alasan kenapa monyet suka pisang?
Ini ada beberapa alasan kenapa monyet sangat menyukai pisang. :D
Pengen tahu? :-?Hello All,
a useful piece of information. .
Never, put your banana in the refrigerator!!!
This is interesting.
After reading this, you'll never look at a banana in the same way again .
Bananas contain three natural sugars - sucrose, fructose and glucose combined with fiber. A banana gives an instant, sustained and substantial boost of energy.
Research has proven that just two bananas provide enough energy for a strenuous 90-minute workout. No wonder the banana is the number one fruit with the world's leading athletes.
But energy isn't the only way a banana can help us keep fit.
It can also help overcome or prevent a substantial number of illnesses and conditions, making it a must to add to our daily diet.
Depression: According to a recent survey undertaken by MIND amongst people suffering from depression, many felt much better after eating a banana. This is because bananas contain tryptophan, a type of protein that the body converts into serotonin, known to make you relax, improve your mood and generally make you feel happier.
PMS: Forget the pills - eat a banana. The vitamin B6 it contains regulates blood glucose levels, which can affect your mood.
Anemia: High in iron, bananas can stimulate the production of hemoglobin in the blood and so helps in cases of anemia.
Blood Pressure: This unique tropical fruit is extremely high in potassium yet low in salt, making it perfect to beat blood pressure. So much so, the US Food and Drug Administration has just allowed the banana industry to make official claims for the fruit's ability to reduce the risk of blood pressure and stroke.
Brain Power: 200 students at a Twickenham (Middlesex) school were helped through their exams this year by eating bananas at breakfast, break, and lunch in a bid to boost their brain power. Research has shown that the potassium-packed fruit can assist learning by making pupils more alert.
Constipation: High in fiber, including bananas in the diet can help restore normal bowel action, helping to overcome the problem without resorting to laxatives.
Hangovers: One of the quickest ways of curing a hangover is to make a banana milkshake, sweetened with honey. The banana calms the stomach and, with the help of the honey, builds up depleted blood sugar levels, while the milk soothes and re-hydrates your system.
Heartburn: Bananas have a natural antacid effect in the body, so if you suffer from heartburn, try eating a banana for soothing relief.
Morning Sickness: Snacking on bananas between meals helps to keep blood sugar levels up and avoid morning sickness.
Mosquito bites: Before reaching for the insect bite cream, try rubbing the affected area with the inside of a banana skin. Many people find it amazingly successful at reducing swelling and irritation.
Nerves: Bananas are high in B vitamins that help calm the nervous system.
Overweight and at work? Studies at the Institute of Psychology in Austria found pressure at work leads to gorging on comfort food like chocolate and crisps. Looking at 5,000 hospital patients, researchers found the most obese were more likely to be in high-pressure jobs. The report concluded that, to avoid panic-induced food cravings, we need to control our blood sugar levels by snacking on high carbohydrate foods every two hours to keep levels steady.
Ulcers: The banana is used as the dietary food against intestinal disorders because of its soft texture and smoothness. It is the only raw fruit that can be eaten without distress in over-chronicler cases. It also neutralizes over-acidity and reduces irritation by coating the lining of the stomach.
Temperature control: Many other cultures see bananas as a "cooling" fruit that can lower both the physical and emotional temperature of expectant mothers. In Thailand , for example, pregnant women eat bananas to ensure their baby is born with a cool temperature.
Seasonal Affective Disorder (SAD): Bananas can help SAD sufferers because they contain the natural mood enhancer tryptophan.
Smoking & Tobacco Use: Bananas can also help people trying to give up smoking. The B6, B12 they contain, as well as the potassium! m and ma gnesium found in them, help the body recover from the effects of nicotine withdrawal.
Stress: Potassium is a vital mineral, which helps normalize the heartbeat, sends oxygen to the brain and regulates your body's water balance. When we are stressed, our metabolic rate rises, thereby reducing our potassium levels. These can be rebalanced with the help of a high-potassium banana snack.
Strokes: According to research in "The New England Journal of Medicine, 'eating bananas as part of a regular diet can cut the risk of death by strokes by as much as 40%!
Warts: Those keen on natural alternatives swear that if you want to kill off a wart, take a piece of banana skin and place it on the wart, with the yellow side out. Carefully hold the skin in place with a plaster or surgical tape!
So, a banana really is a natural remedy for many ills. When you compare it to an apple, it has four times the protein, twice the carbohydrate, three times the phosphorus, five times the vitamin A and iron, and twice the other vitamins and minerals. It is also rich in potassium and is one of the best value foods around So maybe its time to change that well-known phrase so that we say, "A banana a day keeps the doctor away!"
PASS IT ON TO YOUR FRIENDS
[Source: E-mail forward]
Jadi, monyet aja tahu manfaat dari pisang, :D sangat disayangkan kalo kita manusia tidak tahu betapa banyak manfaat yang didapat dari pisang. =))
Ungkapan diatas mengatakan:
"A banana a day keeps the doctor away!"
maksudnya bukan biar dokter gak laku ;))
tapikan lebih baik mencegah dari pada mengobati?
Jadi, tunggu apalagi biasakanlah untuk makan pisang tiap hari.
Jadi inget sama temen yg gak pernah nongol lagi.. *sedang ngadem* .. yg sedang belajar di brisbane pernah ngidam pisang, dikarenakan harga pisang disana dia pernah bilang satu sisirnya setara +- Rp. 90.000,- :-O $-) ...buset dah!!!
jadi, beruntunglah kita yg tinggal diwilayah Indonesia karena buah pisang masih termasuk buah rakyat. =D> *harga me-rakyat*
PS:
That's why the reason monkeys are so happy all the time! just because of banana.. :D
I got another info from my friend and I will add here... Want a quick shine on our shoes?? Take the INSIDE of the banana skin, and rub directly on the shoe...polish with dry cloth. Amazing fruit. :X
Picture taken from here.

To use, click on the 

Win-win Negotiation, Anda LINK Blog ini - Aku akan LINK BACK Blog Anda!
Thanks.
:: Join Blogroll in Indonesia::