Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

Click to view random flickr photos tagged with my junior and nightview!  

WELCOME to Random Flickr photos tagged with my junior and nightview!
www.flickr.com

www.flickr.com
Showing posts with label Roorkee. Show all posts
Showing posts with label Roorkee. Show all posts

Saturday, June 09, 2007

Cuti ngeblog

Dear all,

Dikarenakan jadwal sidang sudah semakin mendekat (tanggal 18 bulan ini) ... dan deadline for submit dissertation report before the date as above alias tinggal lebih kurang 10 hari lagi, maka dengan berat hati saya menyatakan undur diri sementara dari dunia blogging sampai batas waktu yang belum ditentukan? *halah*
[sok seleb dot com]...

Jadi, mohon maaf kepada rekans semua yang berkunjung ke blog ini yang belom sempat dikunjungi balik dan juga mohon maaf kalo ada sapaan-sapaan yang tak terbalas...

Insya'allah akan diusahakan untuk nyempetin membalas dan ngecek shoutbox... kalo ada yang tersesat tanpa sengaja berkunjung ke blog ini...

Dan... mohon doa dari rekans semua, agar kami semua disini yang akan menghadapi ujian akhir diberikan kemudahan, ketenangan dan kelancaran... sehingga kami semua dapat menyelesaikan study di India ini dengan berhasil dan sukses, Amin.

Wassalam.

Read More...

Wednesday, May 30, 2007

Sakit Perut?

Malam minggu kemarin, kami mengadakan acara makan-makan. Acara ini disponsori oleh rekans batch 51, sekalian juga untuk pelepasan teman kita Mr. Sabudi Prasetyo yang telah menyelesaikan study-nya. Dan rencananya dia akan pulkam malam ini sekitar pukul 11.00 malam waktu New Delhi.

Mungkin karena makan yang terlalu banyak atau perut saya yang terkejut melihat masakan yang enak-enak, seperti gule (buatan Mrs. Hasbi, opor (by Mr. Henry), ayam goreng (by Mr. Ferry and Mr. Eko), ikan goreng (by Mr. Nyoman), sambal colek terasi yang terkenal seantero roorkee (buatan Mr. Hery) dan lalapan (buatan saya sendiri) serta tak lupa buah-buahan (pisang, mangga dan semangka buatan Yang Maha Kuasa) sehingga malam itu saya terasa lupa diri melahap semua yang ada.

Akibatnya keesokan harinya perut saya mules2, mencret sampe 7 kali (sory bagi yang baca), jangan dibayangkan mencretnya ya?

Saya juga tidak tahu dan bingung apa penyebabnya? mungkin karena isi perut saya kemarin yang nano-nano, semuanya disantap? atau lupa baca bismillah? atau malah karena yang masaknya memasukkan sesuatu neh? *jadi curiga* sehingga saya dan Mr. Hery merasakan hal yang sama pada keesokan harinya yaitu mules dan mencret.

Dan anehnya cuma kami berdua yang merasakannya, padahal yang makan berjumlah 10 orang? berarti ke-8 orang tersebut punya ilmu anti mules dan mencret?

Parahnya, yang mencret sampe 7 kali cuma saya sendiri, Mr. Hery cuma 3 kali pada pagi hari, sedangkan saya dari pagi sampe ke malem terus terasa mules?

Akhirnya atas saran temens, saya minta obat dan periksa ke rumah sakit kampus yang pada hari itu sedang libur. Jadi langsung ke emergency dan melaporkan keluhan kalo saya menderita mencret2 hingga sampe 7 kali harus BAB.

Setelah dikasih obat dan minum yang hangat2 akhirnya perut ini berangsur pulih dan normal kembali. Malahan setelah minum yang hangat-hangat terasa lapar kembali, karena apa yang sudah dimakan semuanya sudah habis dikeluarkan.

Pesan Sponsor: Jadi kalo makan jangan lupa baca bismillah ya, agar kejadian yang saya alami tidak menimpa saudara-saudara sekalian!

Dan buat rekan Sabudi Prasetyo: Selamat pulang kampung dan selamat bertemu kembali dangan anak dan istri tercinta, sebulan lagi kami akan segera menyusul pulkamnya.

I Miss U for Bunda dan Atthallah, sebulan lagi Abi akan Pulkam.

Keterangan Photo: Waktu acara pernikahan anak salah satu Dosen WRD&M - 28 January 2007 (Mr. Sabudi Prasetyo berdiri no. 2 dari kiri pakai baju batik).

Read More...

Wednesday, May 02, 2007

Tanya jawab tentang Study di IIT Roorkee

Ini, ada beberapa kiriman e-mail dari rekan-rekan di Indonesia yang berminat untuk melanjutkan study di IIT Roorkee, mudah-mudahan bermanfaat bagi temen-temen yang lain. :)


E-mail 1:

----- Original Message ----
From: budi_arliusputra Putra
To: joni_poetra@yahoo.com
Sent: Thursday, October 12, 2006 9:16:35 PM
Subject: Tolong infonya Bung..

HI bung perkenalkan Saya Budi alumni S2 Undip Semarang sekarang ada di Semarang, Begini bung saya ingin melanjutkan S3 saya di Roorkee, ada gak ya bidang studi Arsitektur dan Planning di sana?truss biayanya berapa persemesternya? prosedurenya bagaimana bung? dan bagaimana caranya saya agar bisa join ke sana? karena saya rencananya dengan biaya sendiri, tolong ya bung saya ingin masuk pada perkuliahan tahun academik 2007 ini kapan pendaftarannya dimulai dan dokumen apa2 saja yang mesti saya persiapkan,terima kasih atas info dan bantuannya maklum saya belum pernah keindia.

terima kasih banyak.
Budi Arlius Putra, MT


Jawaban dari saya:

Sorry, br dibales skrg...krn gk terbaca nyelip diantara bebrapa email (krn 3 hari gk ngecek email)... :)

Salam kenal,

1. Tanya: ada gak ya bidang studi Arsitektur dan Planning di sana?

Jawab: Ada, untuk Ph.D Arsitektur dan Planning di IIT Roorkee.

2. Tanya: truss biayanya berapa persemesternya?

Jawab: masalah biayanya untuk detail bisa ditanyakan langsung by e-mail alamatnya: adap@iitr.ernet.in krn kami disini masuk melalui ICCR untuk perkiraan semalem saya hitung dari brochure yg kami terima(untuk program S2-selama 2 tahun kalo dirupiahin sekitar Rp. 64-65 juta selama 2 tahun), brosure untuk tahun ajaran 2005-2007, include biaya hostel,buku,medical pokoknya masuk semua kecuali tiket pesawat,paspor,visa dll.(nanti saya kirim attachmentnya krn blm smpt men-scan nya.)-ini hanya untuk perbandingan saja.

3. Tanya: prosedurenya bagaimana bung dan bagaimana caranya saya agar bisa join ke sana?

Jawab: anda bisa baca di website : www.iitr.ernet.in (klik Ph.D Admission) disana informasinya lengkap (detail advertisement,poster,information brochure & formulir pendaftarannya) sampe contact personnya ada di sana. untuk Ph.D program Architecture & Planning : R. Shankar Telp. +91-1332-285214,273169.

Anda bisa langsung mendaftar online dengan mengisi formulir pendaftaran yg tersedia di website.

Thanks.


E-mail 2:

budi_arliusputra Putra wrote:

Bung joni,terus terang saya masih super bingung nih,dan kayaknya dengan anda saya bisa mengadu hehehe :) maklum orang kampung. Bung saya sekarang sedang prepare english di jakarta, mengenai ICCR saya juga bingung dimana saya mesti dapat infonya dan apa itu ICCR?, klo menurut pemikiran saya bisa gak saya langsung ke india dan mendaftar di kampus tujuan seperti dindonesia.saya sudah buka web roorkee dan web IIT Kharagfur, sama2 sip la dan saya minat join,klo kita di indo kan ada kalender atau musim pendaftaran S3, nah klo di roorkee itu bulan2 apa saja bisa kita join, paspor
saya sudah punya dan visa kayaknya saya akan buat dalam waktu dekat ini di kedubes india dirasuna said jkt?rata2 klo saya baca kita hrs punya rekening di india berarti kan kita membayar pendaftaran diindia ya bung ato gimana bung dan kira2 bisa nggak ya anda saya minta tolong seandainya saya jadi berangkat keindia untuk menemani saya mendaftar S3 tersebut,klo memang anda bisa tolong beri saya no telp yang bisa saya hubungi anda dari indonesia,jujur saja bung saya blank banget mengenai studi ini,dan kira2 saya perlu nggak membawa rekomendasi professor dari kampus saya di undip, dengar2 kita juga harus punya konek professor dikampus tujuan gimana tuh bung joni? Saya interest join di Arsitektur and Planning, jika di IIT Kharagpur saya interest join di Arsitektur and regional planning, dan saya liat kayaknya di IIT-KGP biayanya sekitar Rp. 2.000.000-an persemesternya untuk P.hD apa benar bung? bagaimana dengan di IIT roorkee tempat bung studi sekarang? ijasah asli perlu dibawa gak ya ato Copian yang dilegalisir aja,aduh kayaknya bingung sekali yah,maklum bung saya blom nih ke india,tolong saya ya bung, bagaimana dengan suasana kuliah dikampus india maklum bahasa inggris saya masih perlu disempurnakan.

Demikian bung Joni besar harapan saya kepada anda dan terima kasih sudah mau berbagi info dengan teman anda yang masih blank ini.

Salam

Your friends
Budi Arlius Putra,ST,MT



Jawaban dari saya:

Ini saya kirim attachment expenses...
ini cuma perbandingan aja (ini expenses untuk tingkat Master yang dibiayai sama ICCR).

Klik pada gambar untuk melihat attachment yang dimaksud.

Di dalam attachment tsb biaya untuk Tahun I (foreign student) = Rs. 103,270 dan Tahun ke II (foreign student) = Rs. 199,950 jadi total = Rs. 303,220 atau sama dengan lebih kurang Rp. 60.644.000,- (dengan kurs Rs. 1 = Rp. 200)

ICCR itu Indian Council for Cultural Relations sebagai sponsor (pemberi dana), anda bisa buka juga website ICCR : www.iccrindia.org/scholarships.htm disana ada berbagai macam jenis beasiswa (scheme of scholarships), kebetulan kami semua disini melalui TCS Colombo Plan yang dimana setiap tahun memberikan jatah untuk mahasiswa Indonesia sebanyak 30 kursi (30 quota). Kami semua disini yang ambil Master di Roorkee dibidang Sumber Daya Air masuk melalui TCS Colombo Plan yang bekerja sama dengan Dep. PU Indonesia.

Jadi kami semua masuk disini melalui kerjasama antara PUSBIKTEK DEP. PU dan Pemerintah India. Syarat2 yg dibutuhkan:

1. Mengisi formulir/blanko yang tersedia di TCS Colombo Plan.(ada di website)

2. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai pendidikan terakhir sebanyak 4 rangkap sudah dilegalisir dan dalam bahasa inggris.

3. Rekomendasi dari Prof. atau Rektor tempat kita kuliah (pendidikan terakhir) dalam bahasa Inggris.

4. Nilai TOEFL (kalau kami dulu Min. 500) asli.

5. Mengisi formulir/blangko medical (riwayat kesehatan) tersedia di TCS Colombo Plan, dengan ditandatangani oleh Dokter yang memeriksa kita pada waktu medical Check up. (ada di web site)

Kemudian persyaratan itu kami serahkan ke PUSBIKTEK dan PUSBIKTEK yang memproses, jadi kami tinggal terima pengumuman diterima or tidak diterima. (Semuanya yang mengurus PUSBIKTEK Dep. PU).

Jadi, kalo bung Budi mau masuk berdasarkan biaya sendiri saya kurang jelas juga prosedurnya. Menurut saya bung Budi lebih baik main/ mampir dulu ke Kedutaan India di Jakarta untuk menanyakan prosedur dan apa syarat2 yg dibutuhkan, jadi jangan main tembak langsung ke India..., dan kalo bisa cari aja sponsor or pemberi beasiswa dari pemerintah India (tanya di Kedutaan India di Jakarta)... (karena rata2 mahasiswa lokal (mahasiswa india) disini juga kuliahnya karena beasiswa) semua mahasiswa disini di asrama-kan jadi hampir tidak ada yang tinggal di luar kampus krn saya lihat biaya yang mahal itu biaya Pemondokan/Asrama (Boarding Charges dan Lodging & Electricity Charges), sedangkan biaya kuliah or Institute Fee cuma sebesar Rs. 28,270, atau +- Rp. 5.654.000,- pada Tahun I, jadi kalo 1 semester ya dibagi 2 aja kurang dari 3 juta-lah. (Bung Budi bisa baca di attachment rincian biaya).

Itu aja dulu info dari saya.

Wass.


E-mail 3:

Rahmanda Noor wrote:


Dear joni,


Gua dapet email joni dari faiz, katanya bisa minta bantuan joni. Mau tanya biaya kuliah S2 di IIT Roorkee untuk jurusan software engineering berapa yah ?? Gua rencananya mau ambil S2 tahun 2008, jadi masih nabung :). Trus ada test masuk ga jon? Apa aja yah materi testnya ?. Sebelumnya banyak2 terima kasih :).



Regards

Nanda


Jawaban dari saya:

Salam kenal nanda,

Terus terang sudah ada 3 orang yang pernah menanyakan biaya study di IIT Roorkee, 1 orang minat ke Ph.D (Arsitektur), 1 orang minat ke S2-M.Tech (Mechanical ngineering), dan nanda minat S2 (Software Engineering).

Ke-3 nya menyatakan study dengan biaya sendiri.

Untuk pengalaman study dengan biaya sendiri, kami disini kurang tahu, tapi ini aku lampirkan biaya study S2 kami yang dibiayai oleh ICCR sebagai perbandingan saja. (lihat Attachment, kurs Rs.1 = Rp.200,-)

Setahu saya, kalo untuk mahasiswa asing yang biaya sendiri, perlakuannya akan sama dengan mahasiswa lokal, yaitu harus mengikuti entrance test (GATE) dan bersaing ketat dengan mahasiswa lokal disini.

Tapi kalo melalui jalur beasiswa (ICCR-TCS Colombo Plan) mahasiswa asing dibebaskan dari entrance test, hanya mengirimkan berkas persyaratan diantaranya: (ini pengalaman kami)

1. Mengisi formulir/blanko yang tersedia di TCS Colombo Plan.(Formulir ada di Kedubes India di Jakarta)
2. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai pendidikan terakhir sebanyak 4 rangkap sudah dilegalisir dan dalam bahasa Inggris.
3. Rekomendasi dari Prof. atau Rektor tempat kita kuliah (pendidikan terakhir) dalam bahasa Inggris.
4. Nilai TOEFL (kalau kami dulu Min. 500) asli.
5. Mengisi formulir/blangko medical (riwayat kesehatan) tersedia satu paket dgn formulir blanko pendaftaran, dengan ditandatangani oleh Dokter yang memeriksa kita pada waktu medical Check Up.(Tersedia di Kedubes India, Jakarta)

Kemudian persyaratan itu kami serahkan ke PUSBIKTEK dan PUSBIKTEK yang memproses, jadi kami tinggal menunggu hasil pengumuman/diterima or tidak diterima. (Semuanya yang mengurus PUSBIKTEK Dep. PU).

Jadi, alangkah lebih baiknya untuk detail informasi study dgn biaya sendiri bisa Nanda tanyakan langsung di Kedubes India di Jakarta.

PS: rasanya untuk jurusan software enginering tidak ada, yang ada jurusan Computer Science & Engineering dan jurusan Information Technology.

bisa dicheck di website IIT Roorkee --> http://www.iitr.ernet.in

ato cek disini.

Keterangan photo: Foto bersama Batch 50 dan Batch 51 dengan bapak Dubes RI untuk India H. Donillo Anwar, S.H. dan Ibu pada perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-61 (17 Agustus 2006).

Read More...

Saturday, April 28, 2007

Foreign Student Day 2007 IIT Roorkee

Setiap tahun di IIT Roorkee diadakan acara Foreign Student Day, yaitu hari dimana semua mahasiswa asing yang sedang belajar di IIT Roorkee harus mempresentasikan/ mempertunjukkan ragam seni dan budaya dari negara mereka masing-masing. :)

Foreign Student Day pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 23 April 2007, dimana pada tahun ini, kami, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di IIT Roorkee menampilkan tarian poco-poco sama seperti pada tahun lalu.

Kebetulan pada tahun ini, kami kekurangan personil yang pandai ber-kesenian. Pada tahun lalu, kami mengandalkan rekan sekaligus leader kami, Mr. Iwan Setiawan Wiradisastra, yang pandai bermain suling bambu dan kecapi sunda, jadi untuk tampil solo Mr. Iwan yang tampil ciamik dengan permainan suling bambu dan kecapi sunda-nya, mampu membuat para penonton hanyut dan terkesima. :-O
Bisa dilihat di sini ulasannya.

Tapi sayangnya untuk tahun ini mahasiswa yang ada, kurang bisa ber-kesenian semua. Untuk menyanyi solo takut kalo para penonton akan melempari/menimpuki, :D untuk atraksi lain seperti tari-tarian satupun gak ada yang bisa, :(( akhirnya setelah rapat kecil dan diputuskan dengan voting *halah* disepakati, kita menampilkan senam poco-poco, kita modifikasi sendiri gerakannya dan diberi nama Poco poco Dance.

Kenapa kita menampilkan poco-poco dance? :-?

Alasan pertama adalah karena pada tahun lalu sudah ada pengalamannya.

yang kedua adalah mudah diajarkan dan diikuti bagi yang blom pernah mencoba.

yang ketiga rata-rata mahasiswa disini, setiap hari jum'at di kantornya dulu di Indonesia, sering mengikuti senam poco-poco jadi sudah terbiasa. ;))

Sekedar informasi, kebetulan pada tahun ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di IIT Roorkee menurun drastis, yaitu cuma 4 orang untuk angkatan 51 dan juga 4 orang untuk angkatan 50, yang biasanya setiap tahun Indonesia mengirim belasan orang mahasiswa untuk setiap angkatannya, karena untuk kuota mahasiswa Indonesia di bawah Departemen PU mendapat jatah 30 orang per-tahun, tapi jumlah tersebut tidak pernah terpenuhi.

Untuk acara Foreign Student Day ini, kami mengundang perwakilan dari KBRI New Delhi dan kebetulan Bapak Rizali W. Indrakesuma selaku KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) Dubes RI untuk India bersedia datang.

FYI, kebetulan sampai saat ini Duta Besar RI yang baru untuk India belum ada, karena Dubes yang lama Bapak H. Donillo Anwar sudah memasuki masa pensiun, dan Dubes pengganti belum ada, jadi untuk sementara Dubes Ad Interim dijabat oleh Bapak Rizali W. Indrakesuma, yang sehari-harinya menjabat sebagai Minister Counsellor (Information, Social & Culture).

Dibawah ini ada foto-foto bercerita, tentang kegiatan dari Foreign Student Day tersebut. \:D/

Persembahan dari mahasiswa Srilanka dan anak-anaknya.


Persembahan dari mahasiswa Indonesia. :-"


Persembahan dari mahasiswa Uzbekistan.


Persembahan dari mahasiswa Afrika.



Persembahan dari para istri mahasiswa asing.


Foto bersama Mantan HOD WRD&M (Prof. Gopal Chauhan), KUAI Dubes RI (Bpk. Rizali W. Indrakesuma) dan Dubes Vietnam (H.E.Mr. Vu Quang Diem).


PS: eh.. tau gak dengan PSP or Chaseiro? bagi yang angkatan babe gue, pasti tahu deh.. ;)) ..lah Mr. Rizali W. Indrakesuma selaku KUAI Dubes RI untuk India adalah salah satu personil dari PSP/Chaseiro.. ini blognya.

Foto2 yg lain menyusul, habis blogger bener2 sedang lelet utk upload satu foto aja lama banget!.. #-O :((

Read More...

Friday, April 06, 2007

Tertidur di kelas, Internet diputus.

Baru-baru ini ada berita menarik yang lagi heboh di India. Gara-gara mahasiswa tertidur di kelas, fasilitas internet pun diputus. Peristiwa ini terjadi pada salah satu IIT di India, yaitu IIT Bombai, belum lama ini.

Sekedar info di India sendiri terdapat tujuh pusat unggulan teknologi yang diberi nama IIT, Indian Institutes of Technology. Ke tujuh IIT ini menyebar di berbagai state negara bagian/propinsi di India, yaitu:

1. IIT Delhi, di Ibukota India New Delhi, Website: http://www.iitd.ernet.in/
2. IIT Kanpur, di Kanpur, Negara Bagian Uttar Pradesh, Website: http://www.iitk.ac.in/
3. IIT Bombai, di Bombay (Dulu), Mumbai (Sekarang), Negara Bagian Maharashtra, Website: http://www.iitb.ac.in/
4. IIT Kharagpur, di Midnapore West, Negara Bagian West Bengal, Website: http://www.iitkgp.ac.in/
5. IIT Madras, di Chennai (Sekarang), Madras (Dulu), Negara Bagian Tamil Nadu, Website: http://www.iitm.ac.in/
6. IIT Guwahati, di Guwahati, Negara Bagian Assam, Website: http://www.iitg.ernet.in/
7. IIT Roorkee, di Roorkee, Negara Bagian Uttaranchal, Website: http://www.iitr.ac.in/

[kalo di Indonesia baru dua yaitu ITB dan ITS, itupun terpusat hanya di Pulau Jawa, belum menyebar merata di setiap pulau].

Adapun rencananya Pemerintah India akan menambah tiga lagi IIT yaitu di Rajasthan, Bihar and Andhra Pradesh, jadi jumlah total IIT nantinya akan meningkat menjadi sepuluh, tersebar merata di seluruh India.

Pemerintah India memang berkomitmen tinggi terhadap dunia pendidikan dengan memfasilitasi kemudahan-kemudahan diantaranya biaya kuliah yang murah dan buku-buku berkualitas yang sangat murah, karena disubsidi.

Intermezzo:

The Indian Institutes of Technology, or IITs, are a group of seven autonomous engineering and technology oriented institutes of higher education established and declared as Institutes of National Importance by the Government of India. The IITs were created to train scientists and engineers, with the aim of developing a skilled workforce to support the economic and social development of India after independence in 1947. The students and alumni of IITs are colloquially referred to as IITians.

In order of establishment, the seven IITs are located at Kharagpur, Mumbai (Bombay), Chennai (Madras), Kanpur, Delhi, Guwahati, and Roorkee. Some IITs were established with financial assistance and technical expertise from UNESCO, Germany, the United States, and the Soviet Union. Each IIT is an autonomous university, linked to the others through a common IIT Council, which oversees their administration. They have a common admission process for undergraduate admissions, using the Joint Entrance Examination (popularly known as IIT-JEE) to select around 4,000 undergraduate candidates a year. Graduate Admissions are done on the basis of the GATE. About 15,500 undergraduate and 12,000 graduate students study in the seven IITs, in addition to research scholars.

IITians have achieved success in a variety of professions, resulting in the establishment of the widely recognised Brand IIT.[1] The autonomy of the IITs has helped them to create specialised degrees in technology at the undergraduate level, and consequently to award the Bachelor of Technology (B.Tech.) degree, as opposed to the Bachelor of Engineering (BE) degree awarded by most other Indian universities. The success of the IITs has led to the creation of similar institutes in other fields, such as the National Institutes of Technology, the Indian Institutes of Management and the Institutes of Information Technology (IIIT). Source from here.

Untuk informasi detail tentang beberapa IIT di India ini akan dibahas lebih lanjut dalam edisi kalo sempat.. =))


Lanjut lagi... :D

Jadi, keputusan Institute untuk mencabut koneksi internet dari ruang asrama mahasiswa dikarenakan keluhan dari para dosen yang sering mendapatkan mahasiswanya tertidur di saat kelas sedang berlangsung. (:|

Ini dikarenakan mahasiswa tersebut sering online tengah malam bahkan sampai pagi, baik itu untuk browsing, bermain game online ato sekedar nge-download film-film.

Kebiasaan ini sebenarnya juga dilakukan oleh mahasiswa dari Indonesia yang sedang belajar di roorkee, tapi untungnya manajemen waktu dari mahasiswa indo ini sangat baik, jadi dia tidak pernah kedapatan ketiduran di kelas seperti halnya mahasiswa IIT di Mumbai. ;))

Keputusan institute untuk mencabut hak Internet di asrama mahasiswa itu dilakukan mulai jam tengah malam yaitu mulai pukul 01.00 dinihari sampe menjelang pagi.

Dan ini mendapat kecaman dari mahasiswa yang merasa aktifitas ber-internetnya terganggu dan menurut mereka itu adalah bukan solusi yang terbaik kalo untuk menghentikan kegiatan segelintir mahasiswa yang sering bermain game online daripada kebutuhan mahasiswa yang betul-betul untuk mencari dan melengkapi data-data tugas mereka via internet. [-X

PS: ya, mudah2an kejadian serupa tidak terjadi di kampus kami tercinta ini. ;))
secara yang namanya online itu pasti dimulai tengah malam sampe pagi, kalo matahari sudah terbit baru offline alias tidur... zzzzzzzzz.... I-)

Read More...

Monday, March 05, 2007

Holi - Festival of Colors

Holi adalah salah satu hari raya umat Hindu di India selain Diwali, Hari raya Holi ini diperingati pada musim semi (antara bulan Februari dan Maret), untuk menandakan pergantian musim, dari musim dingin menuju ke musim panas, dan biasanya diadakan setelah bulan purnama penuh. :)

Hari raya Holi ini juga terkenal dengan sebutan Festival of Colors, karena pada hari itu dirayakan dengan cara saling memberi warna pada seluruh badan dan muka dengan bubuk pewarna yang terbuat dari serbuk bunga.


Jadi, cara merayakannya adalah dengan saling memberi warna pada muka dan seluruh tubuh, baik itu dengan cara seperti membedaki, melempar ataupun dicampur dengan air dengan cara disemprot, peralatannya pun dijual dengan beraneka bentuk ada yang seperti pistol mainan anak-anak, pompa, maupun seperti suntikan besar dengan warna-warna yang meriah.



Perayaan Holi ini tidak hanya dilaksanakan oleh anak-anak dan kaum muda, tapi seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, besar-kecil, pejabat-artis-maupun rakyat biasa, semuanya turut merayakannya.

Seorang kepala kepolisian di India, saling memberi warna dengan stafnya

Pemimpin partai oposisi di India (L.K. Advani, left) dan Perdana Menteri Negara Bagian Uttarakhand *setingkat Gubernur Provinsi di Indonesia* (B.C. Khanduri, right) turut memeriahkan acara Holi di New Delhi, 4 Maret 2007

Bollywood actress Neha Dupia celebrate the Holi festival in Mumbai March 3, 2007.

Source photos from here

Hari raya Holi pada tahun ini diperingati pada tanggal 3 Maret, adapun untuk perayaannya khusus di Khosla Bhawan, Hostel tempat kami tinggal dilaksanakan pada tanggal 4 Maret bertepatan dengan hari minggu. Kamipun mahasiswa indonesia disini tidak ketinggalan ikut merayakannya.

Bangun pagi-pagi agar bisa ikut merayakan holi *walau belum mandi*

Bersama teman dari Srilanka yg datang berkunjung

Mr. Hery Martono dengan pisangnya


Wajah-wajah jauh dari istri, kecuali Mr. Hasbi yang menggendong anaknya (aisyah)

Bersama teman dari India yg datang berkunjung

Seluruh foreigner berfoto bersama di taman depan Hostel

Mr. Anton (Batch 49) pose bersama Candy (French), Oma+Omi (Kazakhstan) dan Jamsid Tursunov (Uzbekistan)

Temen-temen dari Nepal, Ghana dan Vietnam (Batch 49&50)

Mr. Omar Aidil Zainal from Iraq (Batch 49) with his wife n daughter

Temen-temen dari Africa (Ghana+Ethiophia), Batch 49&50

Miss. Candy from French dgn pose close-up nya

Adapun makna dari Hari raya Holi ini, mungkin bisa diterjemahkan dari poem singkat dibawah ini,

Holi Hai!

Colour me now, before you leave me.
Colour me with your song.
Colour me in your secret melody.
Colour me in the light of your laughter.
Colour me with the kindness of your tears.
May your colours, colour my very soul.

-- Rabindranath Tagore
(Asia's first Nobel laureate when he won the 1913 Nobel Prize in Literature from Kolkata, India)

P.S: Cerita yang sama tentang Holi juga dapat anda baca di sini.
Sebagian photo ada yang diambil dari perayaan holi tahun 2006 kemarin.

Read More...